Kepada Para Petani Jokowi ungkap Kesulitan Pupuk Terjadi disemua Negara

ED
Senin, 6 Maret 2023 | 16:10 WIB
Bagikan
Kepada Para Petani Jokowi ungkap Kesulitan Pupuk Terjadi disemua Negara

VISI.NEWS | RANCABALI - Presiden RI Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Desa Alamendah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung Jawa Barat, Senin (6/3/2023). Kunjungannya tersebut dalam rangka penetapan skema pembiayaan rantai pasok pangan berbasis koperasi.

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Teten Masduki itu, dalam kunjungannya tersebut disambut oleh jajaran Forkopimda Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Bandung, Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum dan Bupati Bandung H M. Dadang Supriatna.

Dalam lawatannya kali ini, Presiden sempat mengunjungi kawasan pertanian di sekitar Pondok Pesantren Al-Ittifaq dan berdialog dengan para petani serta pengelola pesantren.

Dalam diskusinya, Joko Widodo mengatakan kesulitan terbesar di semua negara adalah ketersediaan pupuk. "Karena bahan bakunya dari Rusia dan Ukraina terhambat karena perang," kata Joko Widodo kepada wartawan di Pondok Pesantren Al-Ittifaq.

"Tapi kita alhamdulillah kemarin bisa menyelesaikan yang pupuk iskandar muda bisa berproduksi kira-kira 570 ribu ton dalam setahun. Dan ini menambah suplai pupuk ke petani, tetapi juga masih sangat kurang," katanya.

Presiden Joko Widodo berharap kepada para petani di lapangan untuk mulai menggunakan pupuk organik (pupuk kandang) .

Lebih lanjut Presiden Joko Widodo berharap agar para petani memahami kondisi kesulitan pupuk yang terjadi di semua negara akibat tidak adanya suplai bahan baku dari Rusia, dari Ukrania.

"Mereka baru perang, sehingga dunia kesulitan pupuk. Kalau suplainya kurang, yang terjadi pasti harganya naik. Kemarin baru saja kita resmikan di Aceh, untuk produksi urea dan NPK dari pupuk iskandar muda. Tambah kira-kira 500 ribu ton. Tapi itu juga kurang. Sangat jauh dari cukup, sehingga ini perlu lagi mungkin tahun ini kita akan buka lagi industri pupuk di Papua Barat. Karena gasnya ada di sana. Bahan bakunya ada di sana. Tapi itu juga kita hitung masih juga belum cukup. Masih impor. Banyak bahan baku kita harus impor," tuturnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.