Kenapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak?
VISI.NEWS | BANDUNG - Tahukah kamu? Meski terlihat melaju tenang di atas rel, kereta api ternyata tidak bisa berhenti mendadak seperti mobil atau motor. Bahkan saat rem darurat diaktifkan, kereta tetap membutuhkan jarak lebih dari satu kilometer untuk berhenti sepenuhnya.
Inilah sebabnya mengapa jalur rel bukanlah tempat yang aman untuk beraktivitas. Demi menjaga keselamatan, palang perlintasan pun dipasang di setiap titik penting.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga terus mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan melintasi rel, apalagi menggunakannya untuk berjalan kaki, bermain, atau berjualan. Bahkan, KAI melarang aktivitas di jalur kereta api, kecuali untuk keperluan operasional kereta.
Alasan Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak
Lantas, kenapa kereta api tidak bisa berhenti mendadak? Menurut penjelasan dari KAI, hal ini disebabkan oleh kecepatan tinggi yang dimiliki kereta dan panjangnya jarak yang dibutuhkan untuk pengereman. Semakin berat dan panjang rangkaian kereta, semakin lama waktu yang diperlukan untuk menghentikannya.
Di Indonesia, seperti yang dikutip dari Indonesiabaik.id, Kamis (8/5/2025), satu rangkaian kereta penumpang umumnya terdiri dari 8-12 gerbong dengan bobot sekitar 600 ton, belum termasuk penumpang dan barang bawaannya. Dengan kondisi ini, kereta membutuhkan energi besar untuk berhenti dengan sempurna.
Selain itu, sistem pengereman kereta api saat ini menggunakan rem udara. Cara kerjanya adalah dengan mengompresi udara yang disimpan dan digunakan saat proses pengereman. Meski kereta dilengkapi dengan rem darurat, rem ini tetap tidak bisa menghentikan kereta secara mendadak. Rem darurat hanya meningkatkan tekanan udara, yang mempercepat proses penghentian, tetapi tetap tidak instan.
Pengereman mendadak juga membawa risiko bahaya. Mengingat sistem pengereman yang mengandalkan tekanan udara, saat rem diaktifkan, roda rem akan terhubung dengan piston dan susunan silinder yang bisa berisiko menimbulkan masalah pada sistem tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!