Kenapa Banyak Korban PHK di Jabar? Ini Kata Dedi Mulyadi
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa Jabar menjadi provinsi dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak secara sepanjang Agustus 2025 secara nasional.
Menurut Dedi, tingginya angka PHK di Jabar tidak lepas dari jumlah penduduk dan industrinya yang paling besar di Indonesia.
"Jadi, misalnya industri terganggu satu persen, kita pasti terganggunya paling gede karena jumlahnya paling banyak di banding dengan industri di tempat lain yang lebih sedikit," kata Dedi dikutip dalam keterangannya, Kamis (18/9/2025)
Meski begitu, Dedi menyampaikan bahwa investasi di Jawa Barat mulai tumbuh lagi dan kemungkinan besar pada Oktober mendatang mulai berjalan.
Di waktu yang sama, Dedi mengatakan pihaknya akan mulai menerapkan sistem penerimaan dan pelayanan tenaga kerja secara dalam jaringan (daring) atau online
"Tahun depan, karyawan di Subang, di Bekasi juga mulai rekrut ya. Jadi ya, memang ada yang berhenti tetapi juga ada ruang untuk masuk," ujarnya.
Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), secara nasional jumlah tenaga kerja terkena PHK tercatat sebanyak 830 orang.
Angka tersebut, turun sebanyak 288 orang dibandingkan Juli 2025, yang tercatat sebanyak 1.118 orang pekerja.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!