Kenaikan Harga Tiket Pesawat 13 Persen, Ijeck: Semoga Segera Teratasi
VISI.NEWS | JAKARTA - Kenaikan harga tiket pesawat sebesar 13 persen yang dipicu oleh melonjaknya harga bahan bakar avtur menjadi sorotan publik dan hal tersebut kini sudah menjadi fenomena global.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, memberikan pandangannya terkait situasi yang tengah dihadapi industri penerbangan nasional.
Ijeck mengakui bahwa kenaikan harga tiket merupakan konsekuensi logis dari situasi ekonomi global di mana harga minyak dunia sedang mengalami tren kenaikan. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan sudah menjadi fenomena global.
"Situasinya memang bukan hanya cerita Indonesia saja, ini sudah cerita global. Kita tahu semuanya harga minyak dunia sudah naik, dan avtur adalah salah satu komponen yang harganya ikut naik. Pasti akan ada koreksi pada harga tiket," ujar Ijeck di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Meski harga tiket mengalami kenaikan, Ijeck mengajak masyarakat untuk melihat konteks perbandingan dengan negara lain. Ia menilai pemerintah masih mampu menjaga stabilitas harga minyak, sehingga dampaknya tidak seburuk yang terjadi di beberapa negara lain.
"Kita masih bersyukur kenaikan kita tidak setinggi negara-negara lain. Kita berharap kenaikan ini tidak terlampau melonjak," tambahnya.
Ketika ditanya mengenai batas ideal kenaikan harga tiket, Ijeck menyatakan belum bisa memberikan angka pasti. Ia menjelaskan bahwa komponen pembentuk harga tiket pesawat sangat kompleks dan tidak hanya terbatas pada harga avtur saja.
"Kami belum tahu hitungan pastinya. Selain avtur, kita juga harus memperhatikan biaya perawatan pesawat dan beban-beban operasional penerbangan lainnya yang pasti akan dibebankan ke harga tiket," jelas Ijeck.
Sementara, terkait langkah konkret Komisi V DPR RI, Ijeck menegaskan bahwa sejauh ini belum ada rencana untuk memanggil pihak maskapai penerbangan secara khusus untuk membahas kenaikan harga tiket tersebut.
Pihaknya mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan Komisi V terkait langkah apa yang akan diambil menyikapi keluhan masyarakat atas mahalnya harga tiket.
"Sampai saat ini kami belum ada rencana memanggil maskapai. Kami menunggu arahan dari pimpinan Komisi V bagaimana langkah selanjutnya terkait kenaikan harga tiket ini," pungkasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!