Kemlu Sesalkan WNI Diduga Kabur Saat Tur di Korea Selatan
Femas peserta tur ke Korea Selatan asal Madiun yang diduga kabur dari rombongan./visi.news/ist.
Berdasarkan keterangan pihak agen perjalanan, peserta tur tersebut berangkat dari Jakarta pada 27 Juni 2026. Pada malam berikutnya, setelah seluruh agenda wisata selesai, rombongan diberi waktu bebas di kawasan Myeongdong.
Marketing Manager Berani Backpacker, Wiky, menjelaskan bahwa saat berada di lokasi tersebut, Femas berpamitan kepada rombongan dengan alasan ingin mencari sepatu. Ia diketahui sekamar dengan tour leader (TL), yang kemudian sempat mengirimkan pesan agar Femas langsung kembali ke hotel karena pintu kamar telah diganjal untuk memudahkan akses masuk.
"Ditunggu sampai pagi ternyata tidak pulang sama sekali. WhatsApp sempat centang satu, kadang centang dua, tapi tidak pernah dibalas," ujar Wiky.
Pihak agen perjalanan awalnya mengira Femas tersesat atau mengalami kendala. Tour leader bersama tim lokal kemudian menyisir lokasi terakhir dan berulang kali berupaya menghubunginya.
Pada hari keempat, tim lokal melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Korea Selatan. Namun, laporan tidak diterima karena tidak ditemukan unsur tindak pidana.
"Sampai hari keempat, tim lokal kami langsung mencoba membuat laporan ke Kepolisian Korea. Namun, laporannya ditolak karena tidak ada unsur tindak pidana. Dia (Femas) dikategorikan memisahkan diri secara sadar, bukan sebagai orang hilang," jelas Wiky.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!