Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kemhan Pastikan Rekrutmen 24 Ribu Tamtama TNI AD Sesuai Kebutuhan

Desi Rossilawati
Jumat, 13 Juni 2025 | 17:30 WIB
Bagikan
Kemhan Pastikan Rekrutmen 24 Ribu Tamtama TNI AD Sesuai Kebutuhan
VISI.NEWS | JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa rencana perekrutan 24.000 tamtama untuk TNI Angkatan Darat telah melalui kajian yang matang dan sesuai dengan kebutuhan pertahanan nasional. Hal ini disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen Frega Ferdinand Wenas, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/6/2025). Frega menjelaskan, tingginya minat masyarakat untuk menjadi prajurit menjadi salah satu alasan perekrutan dalam skala besar. Di sisi lain, TNI juga menilai bahwa komposisi personel saat ini belum mencapai struktur yang ideal. "Tentunya proyeksi perekrutan itu sudah terhitung dengan cermat, memang kan animo selama ini sangat tinggi ya, kebutuhan-kebutuhan itu pastinya dari Angkatan Darat, kemudian TNI sudah menghitung, sejauh mana dibutuhkan, apalagi dengan saat ini kan kita memahami komposisi personel kita kan selama ini belum ideal," ujar Frega. Ia juga menekankan bahwa tambahan prajurit dibutuhkan untuk memperkuat satuan-satuan baru, termasuk dalam konteks pembentukan Batalyon Teritorial. Lebih lanjut, Frega menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan perhatian serius terhadap kualitas pendidikan dan pelatihan para calon prajurit. Menhan bahkan turun langsung ke berbagai pusat pendidikan militer untuk memastikan standar pelatihan tetap sesuai dengan norma militer. "Sehingga ketika prajurit-prajurit itu lulus, dan dicetak, mereka bisa berkontribusi secara optimal menjaga kedaulatan negara seperti ini," imbuhnya. Namun demikian, rencana ini menuai kritik dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan. Mereka menilai rekrutmen besar-besaran TNI berpotensi menyalahi fungsi utama TNI sebagai alat pertahanan negara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang TNI. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.