Kemenhan RI dan Republikorp Kerjasama Pengadaan Rudal untuk Kemandirian Pertahanan Indonesia
**Kementerian Pertahanan Indonesia Tandatangani Kontrak Pengadaan Rudal dengan Republikorp**
Jakarta, 31 Agustus 2024 — Kementerian Pertahanan Indonesia menandatangani kontrak kerja sama signifikan dengan Republikorp Indonesia untuk pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Çakir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur. Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari, dan Founder Republikorp, Norman Joesoef, disaksikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk Görgün.
Kerja sama ini menandai langkah penting dalam upaya Indonesia untuk membangun industri pertahanan yang mandiri. Dengan adanya kemitraan ini, pemerintah diharapkan dapat memperkuat industri pertahanannya serta meningkatkan posisi Indonesia di kancah industri pertahanan internasional.
Selain kontrak pengadaan rudal, Republikorp Indonesia juga menandatangani kerangka kerja sama dengan dua perusahaan besar Turki, ASELSAN dan ROKETSAN. Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menyatakan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. ASELSAN akan berkontribusi dalam produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), sementara ROKETSAN akan terlibat dalam pendirian fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) serta produksi berbagai jenis rudal termasuk ÇAKIR, ATMACA, dan HISAR.
“Kerjasama ini tidak hanya akan meningkatkan kapabilitas pertahanan kita tetapi juga mentransfer teknologi penting dari Turki ke Indonesia, yang akan memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan pertahanan kita,” ujar Marsdya TNI Yusuf Jauhari dalam keterangan tertulisnya kepada VISI.NEWS, Sabtu (31/8/2024).
Republikorp telah dikenal dengan rekam jejaknya dalam menjalin kerja sama dengan negara-negara besar di bidang peralatan militer. Selama lima tahun terakhir, perusahaan ini telah membangun kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan global seperti LIG Nex1 dari Korea Selatan dan mitra dari Slovakia. Selain itu, Republikorp juga menjalin kerja sama dengan Drass Galeazzi S.R.L. dari Italia untuk perakitan kapal selam mini dan autonomous, serta dengan Fiocchi Munizioni S.p.A. untuk produksi amunisi.
"Kemandirian dalam pasokan pertahanan militer penting untuk menjaga keamanan nasional dan kedaulatan sebuah negara. Dengan memproduksi peralatan dan senjata sendiri, kita dapat mengurangi ketergantungan pada negara lain, mencegah risiko embargo atau sanksi, dan memiliki kontrol penuh atas teknologi dan strategi militernya," ungkap Yusuf Jauhari.
Tahun ini, Republikorp memasuki era baru dengan membangun fasilitas manufaktur di Subang, yang akan menjadi pusat inovasi dalam pengembangan senjata, amunisi, serta kendaraan taktis listrik modern. Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan TNI di masa depan, memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan pertahanan yang mandiri dan tangguh di kawasan.
Dengan kemitraan strategis dan investasi yang terus meningkat, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan kapasitas pertahanan nasional dan menghadapi tantangan global di masa depan.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!