Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kemenhan Ajukan Tambahan Anggaran Rp 17 T untuk 2026

Desi Rossilawati
Rabu, 9 Juli 2025 | 20:15 WIB
Bagikan
Kemenhan Ajukan Tambahan Anggaran Rp 17 T untuk 2026
VISI.NEWS | JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) meminta tambahan anggaran sekitar Rp 17 triliun untuk tahun 2026. Permintaan ini disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat RAPBN bersama Komisi I DPR, Rabu (9/7/2025). Dengan penambahan tersebut, total kebutuhan anggaran Kemenhan untuk 2026 mencapai Rp 184 triliun. Sjafrie menyebut pagu indikatif yang ditetapkan Kementerian Keuangan sebesar Rp 167 triliun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. "Ini tidak bisa kita bandingkan dengan membeli sesuatu peralatan militer, ini sangat mahal untuk menjalin kedaulatan negara," ujarnya di kompleks parlemen, Jakarta. Ia menjelaskan, sekitar 50 persen anggaran dialokasikan untuk belanja pegawai, termasuk kesejahteraan tamtama, bintara, dan perwira. Sisanya akan digunakan untuk belanja modal seperti pengadaan alutsista. Saat ini, pagu indikatif Kemenhan menjadi yang terbesar kedua setelah Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Rp 217,8 triliun. Di posisi ketiga terdapat Polri dengan anggaran Rp 109,6 triliun. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.