Kemenangan Inter Ternoda, Lautaro Martinez Minta Maaf Usai Insiden Kembang Api Lukai Audero
VISI.NEWS|BANDUNG -Kemenangan Inter Milan di markas Cremonese berubah menjadi sorotan karena insiden berbahaya yang terjadi di tengah pertandingan. Di balik skor 2-0 untuk I Nerazzurri, laga tersebut menyisakan kecemasan setelah Emil Audero terkena lemparan kembang api dari arah tribun suporter tim tamu.
Pertandingan pekan ke-23 Serie A di Stadio Giovanni Zini itu sejatinya berjalan sesuai rencana Inter. Lautaro Martinez membuka keunggulan pada menit ke-16 sebelum Piotr Zielinski menggandakan skor di menit ke-31. Namun situasi berubah tegang saat babak kedua baru berjalan beberapa menit.
Sebuah flare tiba-tiba meluncur dari tribun yang ditempati pendukung Inter dan meledak di dekat Audero, yang saat itu berdiri di area penalti. Wasit langsung menghentikan laga, sementara tim medis bergegas memberi penanganan kepada kiper Cremonese tersebut.
Momen itu membuat para pemain Inter bereaksi cepat. Beberapa di antaranya, bersama pelatih Cristian Chivu, mendekati sisi lapangan untuk meminta suporter menghentikan aksi yang membahayakan. Setelah situasi dinilai kondusif, pertandingan akhirnya dilanjutkan hingga usai.
Sebagai kapten sekaligus pencetak gol pertama Inter, Lautaro Martinez angkat bicara dengan nada penyesalan. Ia menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi hiburan yang aman bagi semua pihak di lapangan.
“Terkait kembang api yang meledak, hal-hal seperti itu sama sekali tidak boleh terjadi karena membahayakan orang lain. Kami adalah pesepak bola, kami juga manusia, dan kami menyuguhkan tontonan bagi orang-orang di seluruh dunia,” ujar Martinez.
Penyerang asal Argentina itu juga menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada Audero, yang pernah menjadi bagian dari skuad Inter pada musim juara sebelumnya.
“Kami harus berhati-hati dan menyampaikan permohonan maaf kepada Audero, yang juga merupakan mantan rekan setim dan seorang juara, yang meraih Bintang Kedua bersama kami. Kami juga meminta maaf kepada para pendukung Cremonese, karena insiden seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi,” lanjutnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!