Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kelilit Utang, Sopir Mobil Sayuran di Sukabumi Ngarang Cerita Dibegal

Desi Rossilawati
Minggu, 1 Februari 2026 | 14:28 WIB
Bagikan
Kelilit Utang, Sopir Mobil Sayuran di Sukabumi Ngarang Cerita Dibegal

VISI.NEWS | SUKABUMI - Seorang sopir mobil pengangkut sayuran mengaku menjadi korban pembegalan di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (30/1/2026). Pria berinisial N (39) ditemukan berada di dalam mobil pikap dengan tangan dan kaki terikat tali.

Peristiwa tersebut sempat membuat heboh, setelah video yang memperlihatkan dirinya saat ditolong warga beredar di media sosial. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, terungkap bahwa kejadian pembegalan tersebut hanyalah rekayasa yang dibuat oleh N.

“Hasil penyelidikan kami dengan tim Jatanras Polres Sukabumi Kota, Alhamdulillah sudah terungkap kebenarannya bahwa kejadian tersebut tidak benar, dia melakukan hal itu untuk kepentingan dia sendiri, dengan berpura-pura seolah-olah dibegal. Faktanya uang yang diambil, handphone yang diambil masih ada di dia,” ujar Kapolsek Cisaat, AKP Yanto Sudiarto.

Untuk meyakinkan cerita pembegalan tersebut, pria itu sengaja mengikat sendiri tangan dan kakinya. Tali yang digunakan pun telah dipersiapkan sebelumnya. Berdasarkan keterangannya, ia merekayasa seolah-olah diikat oleh orang lain, padahal fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat dan semua dilakukan sendiri.

Yanto menyatakan, berdasarkan pengakuan, pria itu memiliki hutang dan akan menikah, sehingga muncul ide mengarang cerita dibegal.

“Hasil pemeriksaan dia butuh uang untuk keperluan, keterangan dia untuk membayar hutang sekaligus dia juga merencanakan akan melakukan pernikahan,” imbuh Yanto.

Yanto menambahkan, kasus tersebut tidak berlanjut ke proses selanjutnya lantaran pihak pemilik uang atau majikan dari pria tersebut tidak membuat laporan ke kepolisian. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.