Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Kekhawatiran Pada Program Tapera Menjadi Ladang Baru Praktik Korupsi

ED
Minggu, 2 Juni 2024 | 20:34 WIB
Bagikan
Kekhawatiran Pada Program Tapera Menjadi Ladang Baru Praktik Korupsi

VISI.NEWS | JAKARTATapera Dikhawatirkan Jadi Ladang Korupsi seperti Jiwasraya dan Asabri

Program iuran wajib Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dijalankan pemerintah dikhawatirkan menjadi ladang baru untuk praktik korupsi. Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Agus Sunaryanto, menyatakan bahwa tak ada jaminan bagi warga bisa membeli rumah dari uang iuran yang dibayarkan lewat pemotongan gaji setiap bulan. Beberapa poin penting terkait kekhawatiran ini: Tidak Cukup untuk Membeli Rumah: Besaran potongan gaji untuk iuran Tapera selama bertahun-tahun belum tentu cukup untuk membeli rumah. Harga-harga properti akan terus mengalami perubahan, termasuk inflasi, sehingga uang yang terkumpul mungkin tidak mencukupi. Potensi Penyimpangan: Uang iuran yang ditarik dari gaji bulanan pekerja berpotensi diselewengkan dalam proses pengelolaannya. Karena uang tersebut akan tersimpan dalam jangka waktu yang panjang, sulit untuk dipantau secara berkala. Kasus Korupsi Sebelumnya: Agus mencontohkan kasus korupsi pada asuransi Jiwasraya dan Asabri. Para peserta dalam kasus-kasus ini telah menyetorkan iuran selama bertahun-tahun, namun negara tidak dapat menanggung kerugian yang dialami oleh para warga. Presiden Joko Widodo telah menerbitkan aturan terkait iuran untuk Tapera bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga pegawai swasta. Meskipun pembuat kebijakan telah menghitung secara matang sebelum meneken aturan tersebut, tetap ada pro dan kontra terkait kebijakan baru ini. Hal serupa juga pernah terjadi ketika pemerintah memutuskan peserta BPJS Kesehatan non-Penerima Bantuan Iuran (PBI) mendaftar, sedangkan iuran warga miskin ditanggung dengan prinsip gotong royong. Semoga informasi ini membantu Anda memahami lebih lanjut tentang isu Tapera dan potensi risiko korupsi yang perlu diwaspadai. @shintadewip

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.