Kedubes Prancis di Jakarta akan Diserbu Aktivis PETA yang Mengenakan Topeng Kodok
VISI.NEWS | BANDUNG - Kedutaan Besar Prancis di Jakarta akan mendapat kunjungan tak biasa dari sekelompok aktivis PETA yang mengenakan topeng kodok, besok, Selasa (27/2/2024). Mereka menggelar aksi protes dengan mengurung diri di dalam karung goni, menirukan nasib kodok-kodok yang diekspor ke Prancis untuk dikonsumsi.
Aksi ini merupakan bagian dari kampanye PETA untuk mengakhiri impor paha kodok oleh Prancis, yang merupakan salah satu importir terbesar di dunia. PETA mengungkapkan hasil investigasinya terhadap tujuh operasi industri daging kodok di Indonesia, yang menunjukkan perlakuan kejam terhadap kodok-kodok yang ditangkap dari alam.
"Kodok-kodok hidup dijejalkan dalam karung penuh sesak, terkadang sampai dua hari lamanya. Pekerja tertangkap membanting kodok-kodok hidup ke lantai, berkali-kali membacok kaki dan kepala kodok dengan pisau, dan menguliti kodok yang masih bergerak," kata Senior Vice President PETA, Jason Baker, dalam siaran persnya kepada VISI.NEWS, Senin (26/2/2024).
Baker menambahkan, "PETA berseru kepada Pemerintah Prancis untuk berhenti menyokong industri kodok yang kejam, dan mengajak semua orang untuk berpartisipasi dalam mengakhiri kekejaman ini dengan menjadi vegan."
Menurut data Eurostat, Uni Eropa mengimpor lebih dari 35 ribu ton paha kodok dalam rentang 2010 hingga 2022, atau setara dengan 703 juta sampai 1.7 miliar individu kodok. Indonesia adalah eksportir paha kodok terbesar di dunia, dengan jumlah pengiriman jutaan individu setiap tahunnya melalui distributor ke Uni Eropa.
Salah satu pembeli dari fasilitas yang diinvestigasi oleh PETA adalah raksasa ritel Carrefour, yang telah menghentikan sementara impor daging kodok dari Indonesia sebagai tindak lanjut dari hasil investigasi tersebut.
PETA, yang memiliki semboyan "hewan bukan milik kita untuk dikonsumsi atau dianiaya dengan cara apapun", menentang spesiesisme, cara pandang supremasi manusia. Untuk informasi lainnya, kunjungi PETAAsia.com atau ikuti di X (sebelumnya Twitter), Facebook, atau Instagram.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!