Kedepan, Toni Permana: HKTI dan Pemuda Tani Sepakat Membuat Laboratorium Pertanian
"Untuk merubah mindset para pemuda supaya tertarik dalam bidang pertanian, tentunya harus dilakukan dengan cara praktek langsung bertani. Nantinya bisa diukur atau diuji sejauh mana keuntungan secara ekonomi tentang bertani benar-benar bisa dibuktikan," ungkapnya.
Untuk menguji keberhasilan dalam kegiatan bertani secara ekonomi, lanjut Ketua HKTI, pada tahap awal dengan melibatkan beberapa kelompok pemuda yang akan dilatih.
"Meski di beberapa daerah sudah ada contohnya kegiatan pelatihan pertanian dengan melibatkan kelompok petani," ucapnya.
Toni Permana mengatakan di Kabupaten Bandung sudah mulai banyak para pemuda yang tertarik melaksanakan kegiatan bertani. Bahwa di setiap kecamatan sudah terbentuk struktur kelompok tani. Kaum milenial di Kabupaten Bandung yang tertarik dengan bertani antara 5-10 persen.
"Kita juga punya target, anak-anak petani menjadi anggota HKTI. Kita juga mendorong anak-anak petani ini bisa sekolah atau kuliah di Fakultas Pertanian, sekaligus untuk melakukan kegiatan praktek-praktek bertani," katanya.
HKTI juga akan mendorong di Kabupaten Bandung ada Sekolah Menengah Pertanian, untuk meningkatkan kualitas wawasan atau ilmu pengetahuan secara teori dalam bidang pertanian.
"Tidak ada Sekolah Menengah Pertanian di Kabupaten Bandung juga jadi problem. Kita juga akan mengajak anak-anak muda ini secara teknis, dengan melibatkan pengurus atau struktur Pemuda Tani yang ada di kecamatan-kecamatan," ujarnya.
Untuk menambah daya tarik para pemuda dalam kegiatan bertani, ia menyebutkan harus ada contoh-contoh konkrit atau kelompok-kelompok pemuda yang berhasil dalam mengembangkan pertanian sesuatu yang menjanjikan bagi para pemuda. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!