Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kecewa dengan Kades, Warga Padaluyu Cianjur Segel Kantor Desa

Desi Rossilawati
Senin, 30 Desember 2024 | 22:00 WIB
Bagikan
Kecewa dengan Kades, Warga Padaluyu Cianjur Segel Kantor Desa

VISI.NEWS | CIANJUR - Warga segel Kantor Desa Padaluyu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur lantaran kecewa dengan kinerja kepala desanya yang diduga menyalahgunakan dan tidak menjalankan program berdasarkan anggaran dana desa. Bahkan warga juga menuntut kepala desa mundur dari jabatannya.

Berdasarkan video yang beredar, terlihat warga menyegel kantor desa dengan menutup setiap pintu masuk menggunakan papan kayu. Warga juga menggambar tanda silang di setiap pintu dengan menggunakan cat semprot.

Camat Cikadu Budiman, mengatakan awalnya Forum Pimpinan Kecamatan (Forkompicam) Cikadu menjadwal audiensi antara masyarakat dengan Kepala Desa Padaluyu pada Senin (30/12/2024) pagi.

"Tapi tadi pagi kepala desanya tidak hadir, alasannya sedang di Bogor," katanya, Senin (30/12/2024).

Menurut dia, warga yang kecewa pada akhirnya memilih untuk menyegel kantor desa.

"Iya pada akhirnya mereka menyegel kantor desa dengan papan kayu. Karena kecewa audiensi tidak jadi, sebab kepala desa tidak ada," ucapnya.

Ia menyebut, pihaknya akan mengagendakan audiensi ulang antara masyarakat dengan kepala desa.

"Secepatnya kita gelar audiensi ulang. Karena masyarakat menuntut agar kepala desa menjelaskan kenapa anggaran dana desa tidak diaplikasikan, masih banyak program yang tidak berjalan dan belum dijalankan," katanya.

Menurutnya, dari hasil monitoring kecamatan, pihaknya memang menemukan ada beberapa program fisik dan nonfisik yang belum dijalankan.

"Kesepakatan waktu itu, kepala desa akan menuntaskan semua pekerjaan fisik dan nonfisik yang bersumber dari Dana Desa. Batas waktunya Selasa (31/12/2024) besok," katanya.

Terkait tuntutan mundur, Budiman mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Kades Padaluyu. Namun sang Kades menyebut akan pikir-pikir terlebih dahulu.

"Tadi sudah dihubungi lewat telepon, katanya mau pikir-pikir dulu apakah lanjut atau mundur dari jabatannya. Kalau untuk memberhentikan harus ada proses dan tahapan yang dilalui, tidak bisa kebgitu saja dilakukan. Kecuali Kades tersebut atas kemauan dan kesadaran sendiri mengundurkan diri," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Padaluyu Ahmad Yuda, membantah segala tuduhan terkait dirinya tidak menjalankan tugas sebagai kepala desa. Dia juga membantah melakukan penyimpangan anggaran dana desa.

"Tuduhan itu tidak benar. Selama dua tahun menjabat saya sudah bekerja semaksimal mungkin. Bahkan ada pembangunan yang lebih dari anggaran, saya gunakan dana sendiri dan dibantu swadaya agar akses jembatan bisa digunakan untuk jangka panjang," katanya.

Dia menegaskan jika anggaran yang belum disalurkan digunakan oleh perangkat desanya.

"Untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah saya cairkan dan dititipkan di perangkat. Tapi ternyata tidak dibagikan. Termasuk anggaran lainnya pun begitu. Dan perangkat tersebut mengundurkan diri beberapa pekan lalu tanpa sepengetahuan saya," katanyya.

"Jadi tidak benar saya yang menyalahgunakan anggaran. Apalagi saya dituduh menyelewengkan dana sampai Rp 800 juta, sedangkan anggaran DD Padaluyu itu hanya Rp 1 M lebih. Mana mungkin itu terjadi. Itu jelas tuduhan, saya akan proses hukum yang membuat tuduhan tersebut," tambahnya.

Dia mengaku, akan tetap bertanggungjawab menyelesaikan pekerjaan fisik yang bersumber dari Dana Desa dan melakukan pengembalian dana yang terpakai oleh perangkatnya.

"Saya tetap akan bertanggungjawab. Perangkat saya juga sudah menjaminkan rumahnya untuk mengganti uang yang dia pakai. Untuk pekerjaan fisik, saya targetkan besok selesai," tuturnya.

Yuda juga menegaskan dirinya tidak akan mundur dari jabatannya sebagai kepala desa.

"Tentu tidak akan mundur, sampai titik darah penghabisan saya akan mengabdikan diri untuk Desa Padaluyu. Daftar Pemilih di Padaluyu ada 3.000 orang, dan yang demo kurang dari 200 orang, itu tidak mewakili masyarakat secara keseluruhan," pungkasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.