Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Mengakibatkan Seorang Remaja Tewas

Desi Rossilawati
Selasa, 12 November 2024 | 19:30 WIB
Bagikan
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Mengakibatkan Seorang Remaja Tewas
VISI.NEWS | JAKARTA - Sebanyak 17 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Km 92, yang mengakibatkan seorang remaja bernama Amanda Marisa, yang akrab dipanggil Salsabila (14), kehilangan nyawa. Kakak korban, Soniya (22), menyebutkan bahwa Amanda diajak ke Bandung untuk bersenang-senang. Soniya menjelaskan bahwa ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Kartika Eka Putri (27), yang juga menjadi salah satu korban dalam kecelakaan tersebut. Saat berangkat ke Bandung, Kartika membawa serta putrinya, Nadine Azkiya Putri (2) dan Amanda. Menurut Soniya, pada hari Jumat (8/11/2024), Kartika meminta izin agar Amanda bisa ikut ke Bandung, dan Soniya menyerahkan keputusan tersebut kepada ibunya. "Di hari Jumat itu, si ibunya (Kartika) ini minta izin, kan, ke saya, untuk ajak Salsa ke Bandung, ke rumah orang tuanya, sekalian main, jalan-jalan gitu sama Nadine. Terus habis itu, saya juga nggak bisa ngizinin gitu, langsung saya bilang aja sama dianya, 'Coba aja Ibu hubungin Mama dulu' kalau ke Bandung gitu. Soalnya, kan jauh gitu kan," kata dia, Selasa (12/11/2024). Marisa mendapat izin dari keluarganya untuk berkunjung ke Bandung dengan janji akan kembali ke rumah pada hari Minggu (10/11/2024). Namun, rencananya untuk pulang ditunda hingga hari Senin (11/11/2024). Soniya, yang merasakan firasat buruk, meminta adiknya untuk kembali pada hari Minggu. Ia bahkan menyarankan agar Marisa pulang sendiri menggunakan taksi online dari Bandung ke Jakarta. "Ternyata kayak 'Ongkosnya nggak bisa, Son, gitu. Terlalu mahal juga ongkosnya dari Bandung ke Jakarta, apalagi naik tol' gitu," tuturnya. Pada Senin pagi, Soniya menyaksikan berita tentang kecelakaan di tol yang mengarah dari Bandung ke Jakarta. Dia mencoba menghubungi Kartika, namun tidak mendapatkan respon. "Di jam 09.00 WIB, saya coba cari dulu data korban. Ternyata ada data korban luka ringannya, anaknya si Nadine, yang beratnya ibunya, dan yang korban meninggal itu salah satu, si Salsabila (adik saya). Dan kenapa kita tahu itu adik kita, adik saya, gitu, ya," ucapnya. "Karena alamatnya sama-sama si Ibu Kartika ini, gitu, dan dia pasti manggilnya memang Salsa-Salsa doang, dia tahunya Salsa doang, gitu. Jadi namanya di situ terteranya Salsabila. Seharusnya Amanda Marisa, dia nggak tahu kalau namanya itu Amanda Marissa, si ibu," tambahnya. Soniya akhirnya memeriksa daftar nama-nama korban dan menemukan bahwa adiknya termasuk dalam daftar korban yang meninggal dunia. "Saya cek dulu daftar namanya, saya hubungin Mama, 'Mah, ternyata ada, ternyata Salsa ada namanya di korban meninggal. Salsa meninggal, Mah' gitu. Terus habis itu, selang berapa menit, ditelepon dari pihak rumah sakit, apa kepolisian dari sana, saya juga nggak tahu," ucapnya. "Dari pihaknya Bapak Prabowo (suami Kartika), orang tuanya Nadine, bilang berdukacita, gitu. Terus dia konfirmasi lagi lewat foto, benar nggak ini foto keluarganya, dan iya benar, gitu. Terus dia baru ngabarin, pihak sana baru ngabarin, gitu. Ke saya, baru saya ngabarin lagi ke keluarga," lanjutnya. Dia menyampaikan bahwa Marisa telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, siang ini. Soniya menjelaskan bahwa jenazah adiknya diangkut dari RSU Radjak Purwakarta ke Jakarta pada dini hari tadi. "Sudah dimakamin tadi jam 11.00 WIB. (Marissa) dibawa ke Jakarta pas setelah jam Subuh. Jam-jam Subuh. Sampai sini, di musala sini, dikuburnya di pemakaman wakaf yang Camat Gabun," jelasnya. Soniya menyatakan bahwa pihak rumah sakit memberitahukan keluarganya bahwa korban menderita cedera serius di bagian kepala. Namun, hanya terdapat sedikit luka di bagian belakang pinggang korban. "Kalau dari telepon semalam, dijelasin sama bagian rumah sakitnya, dia ngejelasin, dia posisinya ada di sebelah kiri, belakang. Terus kalau bagian fisiknya, yang kita lihat dari depan gitu, nggak ada luka sama sekali, dari atas sampai bawah bersih gitu," jelasnya. "Saya curiganya nih, di bagian kepala, mungkin dia kebentur terlalu keras, atau ketumpuk kardus-kardus ini kan. Kebenturannya itu bener-bener kenceng, mungkin sampai pembuluh darah di kepalanya, pecah gitu, kata dokter," ucapnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.