Kebakaran Bromo Capai 742 Hektare, Tiga Helikopter Dikerahkan

Desi Rossilawati
Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:17 WIB
Bagikan
Kebakaran Bromo Capai 742 Hektare, Tiga Helikopter Dikerahkan

Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur terus mendapat penanganan./visi.news/schoolmedia.

VISI.NEWS - Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur terus mendapat penanganan. Hingga Selasa (11/8/2026), luas lahan yang terdampak kebakaran dilaporkan mencapai 742 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan proses pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan melalui jalur udara dan darat.

"Hari ini sudah berdampak pada 742 Hektar lahan yang terbakar dan proses pemadaman terus dilakukan," kata Gatot dalam keterangannya dikutip, Selasa (11/8/2026).

Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan kebakaran, mulai dari pengerahan helikopter untuk operasi water bombing, pemantauan menggunakan drone, hingga pengerahan mobil pemadam kebakaran ke lokasi yang dapat dijangkau melalui jalur darat.

"Pemadaman dengan tiga helikotpter, satu drone, 8 unit mobil pemadam kebakaran (PMK). Tim yang terlibat Damkar Surabaya, BNPB, kemudian BPBD Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Malang, dan BPBD Jatim," ujarnya.

Dukungan penanganan juga datang dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dua unit helikopter BNPB dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara, ditambah satu helikopter milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Selain melalui jalur udara, penanganan di darat melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Basarnas, serta relawan.

"Dukungan BNPB berupa dua unit helikopter terus berjalan plus satu helikopter Pemprov Jatim. Pastinya dukungan tim darat TNI-Polri serta relawan terus bersinergi untuk pemadaman," katanya.

Penanganan Titik Api

Operasi water bombing sebelumnya difokuskan di kawasan P30 dan Dingklik, Kabupaten Pasuruan. Petugas juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah lain yang masih berpotensi memiliki titik api.

Berdasarkan pemantauan terbaru, tidak terpantau titik api di wilayah P30 dan Dingklik. Meski demikian, penanganan melalui jalur darat masih dilanjutkan di sejumlah lokasi.

"Kondisi saat ini tidak terpantau titik api di wilayah P30 dan wilayah Dingklik. Tim BPBD, Damkar Kota Surabaya, Basarnas, dan petugas gabungan melanjutkan penanganan darat di wilayah Ranupani. BPBD Pasuruan, BPBD Kota Pasuruan serta Relawan melanjutkan penanganan titik api di wilayah Dingklik secara manual," kata Gatot.

Petugas gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, sekaligus melakukan pemadaman terhadap area yang masih berpotensi terbakar.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.