KDS Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla
Selain itu, seluruh sumber daya, mulai dari armada tangki air, sumber air, personel, peralatan, hingga posko penanggulangan bencana diminta dipastikan dalam kondisi siap. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, langkah antisipasi harus segera dilakukan agar distribusi bantuan tidak terlambat.
KDS juga mendorong penguatan kolaborasi dengan TNI, Polri, Damkar, PDAM, pemerintah desa, dunia usaha melalui CSR, relawan, LSM, serta berbagai pihak yang memiliki sumber daya untuk membantu masyarakat.
Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh pihak untuk serius mengantisipasi karhutla. Kondisi lahan yang kering selama musim kemarau dapat menyebabkan api cepat membesar dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Karena itu, ia meminta penguatan patroli, pengawasan, dan deteksi dini di wilayah rawan. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
"Jika ada asap atau titik api, jangan menunggu api membesar. Segera laporkan dan lakukan penanganan awal sesuai prosedur," katanya.
KDS juga meminta para camat, kepala desa, dan lurah melibatkan masyarakat dalam sistem kesiapsiagaan dengan menghidupkan kembali semangat gotong royong, melibatkan relawan dan komunitas Masyarakat Peduli Api, serta meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau BPBD, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
"Mari kita bangun kesadaran bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD atau pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!