Kaya Potensi, Mekarjaya Menanti Sentuhan Serius
VISI.NEWS | BANDUNG - Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, menyimpan potensi ekonomi yang besar namun belum tergarap maksimal. Kawasan hutan pinus, Curug Roda, serta sektor pertanian dan perkebunan seharusnya mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, tetapi hingga kini masih belum memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi sorotan dalam rapat terbatas yang digelar di Bale Desa Mekarjaya, Senin (29/12/2025). Kepala Desa Mekarjaya, Dindin Rusad Nurdin, menerima kunjungan tim Mahajaya yang dipimpin Beta Pratista bersama sejumlah unsur pendamping, termasuk perwakilan media. Dari pihak desa antara lain Sekdes Andri, Kepala Bumdes Yudi, Sekretaris LMDH/Ketua Karang Taruna Cepin, Kadus Ujang dll.
Dalam pertemuan itu, Dindin secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk mengubah potensi alam desa menjadi sumber ekonomi riil bagi warga. Ia menegaskan, pengembangan wisata berbasis hutan dan alam menjadi prioritas karena memiliki daya tarik jangka panjang jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Namun, Dindin mengakui pengelolaan potensi hutan selama ini menghadapi banyak hambatan. Salah satunya berasal dari pola kerja sama melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang belum disusun dengan perencanaan matang, baik dari sisi teknis maupun aspek hukum.
Menurut Dindin, kontrak kerja sama yang ada terlalu singkat dan tidak mengatur secara detail hak serta kewajiban para pihak. Batasan waktu kerja sama yang hanya lima tahun dinilai tidak realistis untuk pengelolaan tanaman hutan dan pengembangan kawasan wisata alam.
“Apa yang bisa didapat masyarakat dengan mengelola tanaman hutan hanya lima tahun? Ini jelas tidak cukup dan harus diperbaiki agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” tegasnya. Ia menilai lemahnya kontrak justru membuat potensi desa tidak berkembang dan cenderung stagnan.
Dindin pun berharap adanya pendampingan serius dari pihak yang memiliki kompetensi, baik dalam perencanaan, pengelolaan wisata, hingga penyusunan kerja sama yang adil dan berjangka panjang. Tujuannya agar masyarakat Desa Mekarjaya bisa lebih berdaya dan tidak hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Betha Pratista menyatakan kesiapan Mahajaya untuk mendukung pengembangan Desa Mekarjaya melalui konsep ecopark, wisata edukasi, dan wisata berbasis lingkungan. Menurutnya, kekuatan utama Mekarjaya terletak pada keaslian alam dan keterlibatan masyarakat lokal.
Betha menilai persoalan utama yang harus segera dibenahi adalah infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan hutan pinus dan Curug Roda. Saat ini, kondisi jalan dinilai belum nyaman bagi wisatawan, terutama pengguna kendaraan roda empat, sehingga berpengaruh pada minat kunjungan.
Ia mengakui, upaya perbaikan jalan sebenarnya telah dilakukan melalui bantuan kementerian, dukungan desa, serta bantuan dari Gubernur Jawa Barat. Namun, peningkatan kualitas infrastruktur masih harus dilanjutkan agar kawasan wisata Mekarjaya benar-benar siap dikembangkan secara serius.
Dengan kolaborasi antara Perhutani, pemerintah desa, mitra pengembang, dan masyarakat, Desa Mekarjaya diharapkan tidak lagi sekadar menyimpan potensi, tetapi mampu menjadikannya sebagai sumber ekonomi berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warganya.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!