Kata Ma'ruf Amin Soal Tantangan Ekonomi Syariah: Regulasi, Literasi dan Instrumen
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 23 Januari 2025 | 05:32 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Wakil Presiden (Wapres) ke-13 Ma'ruf Amin menjadi pemateri dalam Stadium General 'Ekonomi Syariah di Indonesia, Peluang dan Tantangan' yang diselenggarakan STAI Al-Masthuriyah Sukabumi, Rabu (22/1/2025).
Ma'ruf menyatakan negara Indonesia menganut dual ekonomik system yakni konvensional dan syariah. Sehingga dalam hal ini, negara memberikan kebebasan kepada masyarakat mau memilih yang mana. Akan tetapi bagi umat islam, sistem syariah merupakan suatu yang harus dilaksanakan.
"Sistemnya itu silahkan memilih, negara menyiapkan dua model. Ada beda persepsi yah, negara memberikan pilihan, bagi umat islam menjadi keharusan," ujar Wapres periode 2019-2024 itu usai menyampaikan materi.
Dia menuturkan peluang berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia sangat besar mengingat mayoritas penduduknya merupakan pemeluk agama islam.
Adapun tantangan berkembangnya ekonomi syariah yakni masih minimnya literasi kepada masyarakat, regulasi yang belum sepenuhnya mendukung ekonomi syariah serta instrumennya harus dilengkapi.
"Sehingga dibutuhkan regulasi yang dapat mendorong, literasi yang lebih intensif. Jadi dengan literasi, regulasi dan instrumen yang lengkap maka perkembangannya lebih cepat," ujar Ketua Dewan Syuro PKB.
Literasi itu dapat dilakukan oleh para pemuka agama seperti kyai dan ustadz yang tentunya sudah paham terkait ekonomi syariah.
Adapun fenomena yang saat ini terjadi yaitu ekonomi syariah lebih berkembang di negara-negara yang minoritas islam seperti Jepang dan Korea.
"Di Jepang, Korea itu mengembangkan industri halal, farmasi, wisata, kosmetik. Sekarang yang menguasai produk halal dunia justru bukan orang islam, karena ada nilai bisnisnya, kita kalah sehingga kita mengembangkan itu," pungkasnya. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!