Karawang Sentra Pangan Nasional, Aher Tekankan Urgensi Diversifikasi dan Inovasi Pertanian

Desi Rossilawati
Selasa, 9 Desember 2025 | 11:35 WIB
Bagikan
Karawang Sentra Pangan Nasional, Aher Tekankan Urgensi Diversifikasi dan Inovasi Pertanian

Saat ini, Karawang memiliki 101.143,4 hektare lahan baku sawah yang tersebar di 30 kecamatan. Dari jumlah ini, 85.339 hektare telah ditetapkan sebagai LP2B, didukung cadangan 1.914,1 hektare, sehingga total mencapai 87.253,2 hektare. Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) bahkan mencapai 95.667 hektare. Pada 2024, Karawang memproduksi 1.386.470 ton Gabah Kering Panen (GKP) dan menjadi produsen padi terbesar kedua di Jawa Barat setelah Indramayu.

Selain pertanian, wilayah pesisir utara Karawang memiliki sumber daya perikanan yang signifikan, mulai dari perikanan tangkap, budidaya, hingga wisata bahari. Politeknik KP Karawang turut berperan dalam mengembangkan inovasi alat tangkap dan sistem pengelolaan perikanan.

Data Dinas Perikanan Karawang mencatat hasil tangkapan laut pada 2024 mencapai 9.403,51 ton, sedikit di bawah target akibat cuaca ekstrem, alat tangkap tradisional, serta penggunaan kapal kecil oleh mayoritas nelayan. Optimalisasi sektor ini dinilai penting agar sejalan dengan kebijakan Blue Economy KKP.

Upaya pemerintah lainnya adalah mendorong budidaya ikan nila salin di BLUPPB Karawang untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Selain padi dan perikanan, Karawang juga memiliki komoditas hortikultura unggulan seperti kembang kol, kencur, lengkuas, serai, jambu air, jambu biji, mangga, dan pisang. Potensi jamur merang serta pengembangan kopi robusta juga mulai dikembangkan.

Namun, Aher menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian Karawang. Mulai dari ketergantungan pupuk kimia, penurunan kualitas tanah, alih fungsi lahan untuk industri, perubahan iklim ekstrem, hingga dinamika pasar pangan. Kondisi ini menuntut pendekatan pembangunan yang adaptif, inovatif, dan inklusif.

Aher menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan fokus utama pemerintahan Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan pangan. Pemerintah tengah mendorong peningkatan produksi dalam negeri, diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal, revitalisasi irigasi, serta teknologi pertanian modern. Selain itu, pemberdayaan petani dan kelompok rentan menjadi prioritas agar mereka memiliki akses pada lahan, modal, inovasi, dan pasar.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.