Kapolri Undang Band Sukatani Jadi Duta Polri
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 23 Februari 2025 | 17:08 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak band punk rock asal Purbalingga, Jawa Tengah, Sukatani, untuk berperan dalam upaya reformasi institusi Polri. Ia menyebut, band tersebut dapat berkontribusi sebagai duta atau juri guna membangun kritik konstruktif terhadap kinerja Polri, terutama dalam mencegah penyimpangan di kalangan anggotanya.
"Nanti kalau Band Sukatani berkenan akan kami jadikan juri atau band duta untuk Polri terus membangun kritik demi koreksi dan perbaikan terhadap institusi dan juga konsep evaluasi secara berkelanjutan terhadap perilaku oknum Polri yang masih menyimpang," ujar Sigit dalam keterangannya, Minggu (23/2/2025).
Jenderal Sigit menegaskan bahwa Polri tidak anti-kritik dan selalu terbuka terhadap saran serta masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, kritik yang disampaikan kepada Polri merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap institusi kepolisian.
"Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah menjadi organisasi yang bisa betul-betul adaptif menerima koreksi untuk bisa menjadi organisasi modern yang terus melakukan perubahan dan perbaikan menjadi lebih baik,"ujarnya.
"Dan bagi kami kritik terhadap Polri menjadi bentuk kecintaan masyarakat terhadap institusi Polri," tambahnya.
Nama Band Sukatani menjadi sorotan setelah polemik terkait lagu mereka yang berjudul "Bayar Bayar Bayar." Lagu tersebut mengkritik praktik pungutan liar oleh oknum polisi, yang diduga membuat Polri merasa keberatan.
Dua personel band tersebut sempat mengunggah video permintaan maaf kepada Polri di akun media sosial resmi pada Kamis (20/2/2025). Dalam video tersebut, mereka menampilkan wajah asli mereka yang sebelumnya selalu disembunyikan.
Namun, permintaan maaf ini justru menimbulkan spekulasi di kalangan publik. Banyak yang curiga bahwa band tersebut mendapat tekanan atau intimidasi, mengingat video tersebut diikuti dengan penghapusan lagu "Bayar Bayar Bayar" dari platform digital.
Kapolri sendiri tidak membahas lebih lanjut terkait kontroversi tersebut. Namun, ajakannya kepada Sukatani sebagai duta Polri dinilai sebagai langkah untuk membuka ruang dialog antara institusi kepolisian dan masyarakat, terutama dalam hal kritik dan evaluasi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!