Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026 Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026

Kapan Hujan Deras Berakhir di Indonesia? Ini Prediksi BMKG

Desi Rossilawati
Selasa, 5 Mei 2026 | 15:30 WIB
Bagikan
Kapan Hujan Deras Berakhir di Indonesia? Ini Prediksi BMKG

BMKG menjelaskan bahwa suhu panas ini dipengaruhi oleh tingginya radiasi matahari di siang hari dan penguatan monsun Australia yang membawa angin timuran kering. Akibatnya, tutupan awan di pagi hingga siang hari berkurang, sehingga radiasi matahari dapat mencapai permukaan secara lebih optimal dan meningkatkan suhu udara.

Prediksi BMKG menunjukkan bahwa potensi hujan lebat hingga ekstrem masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia selama sepekan ke depan. Fenomena MJO, gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan tetap berkontribusi dalam meningkatkan pembentukan awan hujan di berbagai daerah.

Selain itu, bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik juga mempengaruhi pola cuaca nasional. Siklon 92W yang berada di utara Papua dengan kecepatan angin maksimal 15 knot dan tekanan udara sebesar 1008 hPa diperkirakan tetap aktif bergerak ke barat.

"Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," terang BMKG.

Sirkulasi siklonik lainnya diperkirakan terbentuk di beberapa wilayah seperti Perairan Barat Laut Aceh, Selat Malaka bagian utara, Perairan Barat Bengkulu, di Selat Makassar, dan Laut Banda. Kondisi ini meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar daerah konvergensi tersebut.

Berikut daftar wilayah berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat sepekan ke depan: 5-7 Mei - Sumatera Utara - Sumatera Selatan - Kep. Bangka Belitung - Banten - Jawa Tengah - Sulawesi: Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat. - Maluku Utara - Maluku - Papua: Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua. 8-11 Mei - Aceh - Sulawesi Barat - Papua Pegunungan

BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca ini diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dan masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir dan bencana alam lainnya akibat hujan ekstrem. @desi

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.