IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Kang Icak Apresiasi Ponpes Al-Fath Sukabumi yang Jadikan Silat Kurikulum Khusus

ED
Sabtu, 5 November 2022 | 13:49 WIB
Bagikan
Kang Icak Apresiasi Ponpes Al-Fath Sukabumi yang Jadikan Silat Kurikulum Khusus
VISI.NEWS | SUKABUMI - Pencak  silat atau dikenal dengan 'silat' adalah suatu seni bela diri tradisional Indonesia yang memperhatikan seni keindahan gerakan dalam setiap jurusnya, tiap-tiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Seni bela diri ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya Nusantara, meski demikian, pencak silat juga dapat dijumpai di berbagai negara Asia, seperti di Malaysia, Brunei, Filipina, Singapura, hingga Thailand bagian selatan. "Masing-masing negara mempunyai sebutannya sendiri sesuai bahasa lokal mereka, seperti gayong dan cekak (Malaysia dan Singapura), bersilat (Thailand), dan pasilat (Filipina)," kata Ketua Umum (Ketum) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat (Jabar) H Phinera Wijaya. Menurut Ketua Komisi III DPRD Jabar yang kerap disapa Kang Icak ini menjelaskan, pencak silat berasal dari dua kata, yakni 'pencak' dan 'silat', dimana pengertian pencak ialah gerak dasar bela diri dan terikat dengan peraturan, dan silat berarti gerak bela diri sempurna yang bersumber dari kerohanian. "Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pencak silat yaitu permainan (Keahlian) dalam mempertahankan diri dengan keahlian menangkis, menyerang serta membela diri menggunakan atau tanpa senjata," jelasnya. Berkaitan dengan hal tersebut, Kang Icak mengapresiasi Pondok Pesantren (Ponpes) atau Perguruan Al-Fath Kota Sukabumi yang menjadikan pencak silat ini kedalam kurikulum khusus di lingkungan mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi. "Alhamdulillah, saya kira ini sangat baik, di sini ada kekhasannya sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pimpinan Al-Fath yakni KH. Fajar Laksana, selain jurus wajib dan jurus nasional IPSI, juga di kembangkan jurus-jurus dan seni yang ada di Perguruan Sang Maung Bodas," ungkapnya. Seperti diketahui, penerapan kurikulum khusus pencak silat di Kota Sukabumi, sudah mulai diberlakukan pada jenjang pendidikan SD dan SMP sejak beberapa tahun yang lalu, sesuai dengan kebijakan atau kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Pendidikan. "Sesuai dengan kebijakan atau kewenangan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, kurikulum khusus pencak silat ini sudah diberlakukan sejak lama, namun untuk tingkat SMA saya kira merupakan kebijakan atau kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Dinas Pendidikan," ujar Kang Icak. Dengan gebrakan Ponpos atau Perguruan Al-Fath Kota Sukabumi, diharapkan menjadi momen agar kemudian dapat mendorong Pemprov Jabar untuk memasukan pencak silat ini kedalam kurikulum khusus baik tingkat SMA/K hingga Pergutuan Tinggi. "Ketika SMA/K di ambil alih ke provinsi, pencak silat ini agak stagnan, berbeda dengan di Al-Fath sudah mulai di kurikulumkan untuk pendidikan tingkat SMA/K bahkan sampai ke Perguruan tinggi, ini sangat baik untuk memotivasi yang lainnya," sambungnya. Oleh karena itu, IPSI Jabar berupaya akan menyampaikan dan membahas serta menyusun kurikulum pencak silat agar kemudian dapat diberlakukan di tingkat SMA/K hingga Perguruan Tinggi di Jabar. "Kami akan menyampaikannnya nanti atau membahasnya serta menyusun dengan Pak Gubernur Ridwan Kamil agar pencak silat ini dapat masuk kedalam kurikulum khusus di tingkat SMA/K dan Perguruan Tinggi," ucap Kang Icak. Sekedar informasi, Jumat (4/11/22) Ketua dan seluruh jajaran pengurus IPSI Kota Sukabumi resmi dilantik untuk masa bakti 2021 - 2026, dengan kepengurusan yang baru ini diharapkan agar IPSI Kota Sukabumi bisa terus mencetak atlet pencak silat dan tidak hanya berprestasi di tingkat daerah atau nasional, namun hingga tingkat kejuaraan pencak silat dunia. "Selamat atas dilantiknya Pak Mohammad Muraz sebagai Ketua IPSI Kota Sukabumi beserta jajaran pengurus, semoga IPSI Kota Sukabumi bisa lebih baik, lebih inovatif dan kreatif serta dapat melahirkan bibit-bibit atlet yang berprestasi baik tingkat daerah, nasional bahkan hingga di kejuaaraan dunia," pungkasnya.@eko aripyanto 

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.