IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Kang DS : Di Kab. Bandung Ada 88.000 Petani yang Harus Diapresiasi

ED
Sabtu, 18 Mei 2024 | 11:07 WIB
Bagikan
Kang DS : Di Kab. Bandung Ada 88.000 Petani yang Harus Diapresiasi

Untuk itu, kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, maka pemerintah daerah ini harus betul-betul fokus bagaimana mendorong para petani untuk meningkatkan produksi pertanian.

"Apalagi saat ini ada peningkatan harga gabah, yang akan naik. Ini saya apresiasi. Pemerintah sudah membuat harga eceran tertinggi di pemerintah, sehingga bisa kolaborasi dengan Bulog terkait hasil produk pertanian tersebut," katanya.

Kang DS juga punya cita-cita ke depan, harus punya rumah komoditi untuk menampung hasil produksi pertanian di setiap kecamatan Kabupaten Bandung.

"Marketnya lokal dulu. Lokal sudah terpenuhi, baru ke tingkat regional, nasional, baru ekspor. Kalau ini sudah bisa terpenuhi, kita lihat hasil produksi masing-masing," ucapnya.

Terkait dengan hal itu, Kang DS mengungkapkan perlu adanya perbaikan lima hal, pertama peningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan paham digitalisasi, kedua big data.

"Big data, kita membutuhkan data yang akurat," katanya.

Ketiga, riset dan development. "Supaya kita dalam menganggarkan dan memprogramkan tidak ada keraguan," katanya.

Keempat, institusi yang kuat. "Bagaimana tingkat loyalitas, totalitas, soliditas, kekompakan," ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.