IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Kampus Didorong Bangun Dapur Gizi, Mahasiswa Ikut Terlibat

Desi Rossilawati
Kamis, 30 April 2026 | 13:34 WIB
Bagikan
Kampus Didorong Bangun Dapur Gizi, Mahasiswa Ikut Terlibat

Mahasiswa terlibat dalam pengelolaan dapur gizi program MBG di kampus /visi.news/Kompas.com.

VISI.NEWS | CIAMIAS- Di tengah geliat program Makan Bergizi Gratis, kampus kini tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas. Ada peluang baru yang membuka jalan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik nyata, dari sawah hingga dapur.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mendorong perguruan tinggi untuk membangun dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi secara mandiri. Bagi dunia kampus, ini bukan sekadar program, tetapi kesempatan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup.

“Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujar Dadan dalam forum di Makassar.

Di balik konsep tersebut, ada gambaran besar tentang keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem pangan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa terjun langsung mengelola pertanian, peternakan, hingga distribusi bahan pangan.

Satu unit SPPG membutuhkan dukungan besar, mulai dari lahan sawah hingga peternakan ayam petelur. Di sinilah kampus memiliki ruang untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik lapangan yang nyata.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar tugas kuliah. Mereka dapat melihat langsung bagaimana proses pangan berjalan, dari produksi hingga menjadi makanan yang dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, SPPG juga berpotensi menjadi ruang riset yang hidup. Pengembangan teknologi pertanian, inovasi pengolahan pangan, hingga manajemen distribusi bisa diuji langsung dalam skala nyata.

Langkah ini juga sudah mulai berjalan, salah satunya dengan hadirnya dapur SPPG di lingkungan perguruan tinggi. Kehadirannya menjadi simbol bahwa kampus dapat berperan aktif dalam program nasional sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan.

Bagi banyak pihak, gagasan ini menghadirkan harapan baru. Kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

@Ihda

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.