Kaesang Pangarep Bantah Tudingan Sekjen PKS Soal Dukungan Jokowi di Pilkada Jakarta
"Urusan Pilkada adalah ranah partai. Pak Presiden fokus mengerjakan tugas-tugas kepresidenan sampai Oktober mendatang," ujarnya.
"Persoalan pencalonan Pilkada berbicara soal popularitas dan jumlah kursi masing-masing partai. Diskusinya ada di situ, bukan di Presiden," lanjut Grace.
Kaesang Menyebut Sekjen PKS Berbohong Kaesang, yang menjadi pihak yang tertuduh, juga merespons tudingan Habib Aboe Bakar. Dia menegaskan bahwa Aboe Bakar berbohong.
"Pak Sekjen PKS tidak bicara sesuai fakta. Pak Jokowi tidak pernah menawarkan nama saya ke partai-partai. Silakan cek atau sebut partai mana yang pernah ditawari Pak Jokowi. Cara-cara seperti itu tidak baik dan ini merupakan kebohongan pada publik," kata Kaesang dalam keterangannya.
Kaesang menegaskan bahwa kewenangan untuk mengusung calon ada pada ketua umum partai. Menurutnya, pernyataan Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi mungkin ingin menutup pintu koalisi antara PKS dan PSI.
"PSI kan punya kursi di Jakarta, lumayan ada 8 kursi. Banyak juga partai yang menyodorkan jagoannya agar didukung PSI. Pernyataan Sekjen PKS mungkin hendak menutup pintu koalisi dengan PSI, ya nggak apa-apa juga," ujarnya.
Kaesang menegaskan bahwa dirinya memiliki kewenangan untuk menentukan calon yang akan diusung oleh PSI. Dia pun meminta agar tidak membawa nama Jokowi.
"Sebagai Ketua Umum saya berwenang penuh menentukan siapa yang akan dicalonkan oleh PSI. Kewenangan itu semua ada di Ketua Umum kok, jadi kita tunggu saja. Jangan bawa-bawa Presiden lah, yang Ketua Umum kan saya," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!