Kadiskominfo Ungkap Jargon "Bedas" Tidak Hanya Dimiliki Kelompok Politik Tertentu
Yosep mengungkapkan, masyarakat tidak perlu terjebak dalam pemikiran, bahwa Bedas merupakan jargon politik kelompok tertentu yang harus berhadapan dengan kelompok yang berbeda.
"Pada saat Kang DS menjadi kandidat/calon bupati, Bedas merupakan visi dan jargon cabup/cabup. Tetapi ketika Kang DS dilantik, dan visinya diadopsi sebagai visi daerah yang tertuang dalam RPJMD, maka Bedas sudah berubah menjadi visi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung. Maka seluruh masyarakat harus mendukung terwujudnya visi Bedas ini sesuai dengan peran dan fungsinya," tuturnya.
"Dalam implementasinya, tentu proses pembangunan tidak terlepas dari kekurangan, maka menjadi tugas kita bersama untuk melakukan kritik, koreksi dan evaluasi, agar terjadi perbaikan," pungkasnya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!