Jeritan dan Kepanikan Warnai Panggilan 911: Ibu di North Carolina Diduga Bunuh Satu Anak, Coba Habisi Nyawa Anak Lain
VISI.NEWS | BANDUNG – Rekaman panggilan darurat 911 mengungkap suasana mencekam saat seorang ibu di Durham diduga membunuh satu anaknya dan mencoba menghabisi nyawa anak lainnya. Teriakan histeris tetangga yang berusaha meminta pertolongan menjadi saksi awal tragedi yang mengguncang lingkungan perumahan Chartwell Court pada 12 Februari lalu.
Andrea Faust (41) ditangkap atas tuduhan pembunuhan dan percobaan pembunuhan setelah dua anaknya yang masih berusia di bawah lima tahun ditemukan tidak sadarkan diri di rumah mereka, sebagaimana dilaporkan sejumlah media lokal termasuk WNCN News. Salah satu anak kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, sementara anak lainnya masih menjalani pemulihan hingga pekan lalu. Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap secara rinci jenis luka yang dialami kedua anak tersebut.
Dalam rekaman 911 yang baru dirilis, seorang tetangga terdengar panik saat melaporkan kejadian tersebut.
“Keadaannya darurat di rumah seberang. Seseorang keluar dari rumah sambil berteriak minta tolong, katanya dia mencoba membunuh bayi-bayi itu,” ujar penelepon kepada petugas darurat.
Tetangga itu mengatakan dirinya berlari ke depan rumah setelah mendengar teriakan minta tolong, sementara suara jeritan seorang pria terdengar di latar belakang.
“Saya melihat ke rumah seberang dan seseorang keluar dengan seorang anak yang terkulai di bahunya sambil berteriak, ‘Tolong! Tolong! Telepon polisi. Dia mencoba membunuh bayi-bayi itu!’” katanya.
Menurut rekaman tersebut, pria itu kemudian membawa salah satu anak ke halaman depan dan membaringkannya di rumput, sementara para tetangga berusaha melakukan pertolongan pertama.
“Mereka juga bilang masih ada satu anak lagi di dalam dan mereka pikir sudah meninggal. Saya benar-benar pikir Anda harus mempercepat ini. Ini gila. Anak itu terlihat lemas sekali,” tambah penelepon dengan suara gemetar.
Panggilan lain yang masuk ke 911 memperkuat situasi genting tersebut.
Seorang saksi melaporkan, “Dia bilang salah satu anak sudah meninggal.”
Dalam rekaman berbeda, terdengar seorang perempuan—yang diidentifikasi sebagai ibu sekaligus nenek anak-anak tersebut—menjerit bahwa putrinya mengalami overdosis. Seorang petugas pertama di lokasi juga terdengar mengonfirmasi bahwa mereka telah memberikan Narcan kepada seseorang di tempat kejadian.
Keesokan harinya, Departemen Kepolisian Durham menangkap Andrea Faust. Petugas kota dan kabupaten terlihat berada di lokasi semalaman untuk mengumpulkan barang bukti, sementara sebuah SUV ditarik dari halaman rumah.
Dalam sidang awal, suami Andrea, Eric Faust, menyampaikan kepada hakim bahwa insiden tersebut merupakan krisis kesehatan mental yang parah.
“Saya ingin memberi tahu pengadilan bahwa ini adalah krisis kesehatan mental sepenuhnya,” ujarnya.
Sidang yang seharusnya digelar tiga hari setelah penangkapan harus berlangsung dengan Andrea mengikuti secara virtual dari ranjang rumah sakit, setelah ia dilaporkan mencoba bunuh diri di Penjara Kabupaten Durham. Jaksa meminta agar ia ditempatkan dalam pengawasan ketat untuk mencegah upaya serupa.
Di hadapan pengadilan, Eric Faust mengungkapkan bahwa anak mereka yang selamat, Kenny, diperkirakan akan pulih sepenuhnya.
“Kita masih punya Kenny Faust, dan saya dengan senang hati mengumumkan bahwa dia akan pulih sepenuhnya,” katanya, sebelum berbicara langsung kepada istrinya.
“Anda masih ibunya, dan saya berjanji jika Anda melakukan semua yang bisa untuk menangani kesehatan mental Anda, saya akan terus memberi kabar tentang perkembangan hidupnya, dan semoga suatu hari nanti Anda bisa melihatnya lagi,” ucapnya dengan suara bergetar.
Ia juga memohon agar istrinya tidak lagi menyakiti diri sendiri.
“Andrea, saya mohon, jangan lagi mencoba melukai diri Anda. Bekerjalah dengan dokter-dokter Anda. Lakukan apa pun yang bisa. Saya janji akan memberi tahu bagaimana kondisi Kenny sesering mungkin,” katanya.
Kepada publik, ia berpesan, “Siapa pun yang menonton berita ini, luangkan waktu untuk mengevaluasi kondisi mental Anda dan keluarga Anda. Kesehatan mental itu sangat penting. Pastikan semua orang baik-baik saja.”
Tetangga keluarga tersebut, Charlene Montford, yang mengenal Andrea lebih dari sepuluh tahun, menggambarkannya sebagai ibu yang penuh kasih.
“Dia bukan orang jahat, bukan,” katanya.
Ia menyebut Andrea sebagai “ibu yang sangat penyayang,” meski mengakui melihat perubahan perilaku dalam satu bulan terakhir.
“Baru sekitar sebulan ini,” ujarnya.
“Sebelumnya dia sangat terlibat dengan anak-anaknya. Dia selalu berusaha mengajak mereka keluar saat cuaca bagus.”
Menurut Montford, tekanan meningkat setelah kelahiran anak kedua, terutama karena Andrea berhenti bekerja untuk mengasuh kedua anak yang disebut memiliki tantangan kesehatan.
“Dia tidak lagi bekerja. Dia tinggal di rumah dengan kedua anak laki-lakinya. Ada tantangan kesehatan pada anak-anak itu. Saya pikir itu membebaninya,” tambahnya.
Jaksa Asisten Distrik Kabupaten Durham, Mary Jude Darrow, meminta agar Andrea ditempatkan dalam unit pengamanan khusus di Lembaga Pemasyarakatan Wanita North Carolina di Raleigh dan diawasi secara ketat mengingat beratnya dakwaan yang dihadapi. Ia ditolak jaminan dan diperintahkan menerima layanan kesehatan mental selama dalam tahanan. Sidang berikutnya dijadwalkan pada Rabu, 4 Maret pukul 08.45 waktu setempat.
Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Andrea Faust tercatat sebagai pengajar di dua perguruan tinggi komunitas, yakni Guilford Technical Community College dan Central Carolina Community College.
Kasus ini bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar, tetapi juga kembali menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama bagi orang tua yang menghadapi tekanan berat dalam kehidupan sehari-hari. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!