Jerit Perusahaan Otobus Jelang Rencana Penerapan PCR bagi Semua Transportasi
ED
Editor
Fendy Sy Citrawarga
Kamis, 28 Oktober 2021 | 10:33 WIB
VISI.NEWS | BANTEN - Rencana pemerintah pusat menerapkan PCR sebagai syarat semua moda transportasi dikeluhkan sejumlah perusahaan otobus (PO) di Terminal Poris Plawad.
Salah satu pengurus PO di Terminal Poris Plawat, Riki mengaku keberatan dengan adanya penerapan test PCR bagi para penumpang. Menurutnya, PCR lebih mahal dibandingkan harga tiket bus.
"Harga tiket kita aja Rp 290 ribu, terus PCR Rp 300-500 ribuan sekali tes, ya pasti keberatan lah," kata Riki saat ditemui di Terimanl Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (27/10/2021), dilansir SuaraBanten.id.
Sejak pandemi Covid-19, Riki mengaku penumpang bus yang ia kelola mengalami penurunan. Terlebih jika nanti syarat PCR diberlakukan untuk semua transportasi.
"Jumlah penumpang di bus ini aja udah turun 80 persen sekarang. Sehari paling cuma mengangkut 5-10 orang," katanya.
"Bagaimana kalau ada PCR, semakin pusing saja ini. Pandemi aja, orang pada takut naik bus, apalagi ada aturan wajib PCR," tambahnya.
Senada dengan Riki, PO Sinarjaya, Yono juga menganggap tarif PCR lebih mahal dibandingkan naik busnya.
"Lebih mahal PCR-nya daripada tiket busnya. Ya kalau benar diterapin bakal sepi penumpang pasti," tandasnya. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!