Jepang Tanggung Biaya Persalinan Normal Demi Atasi Krisis Populasi
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 16 Mei 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | JEPANG - Dalam upaya membalikkan tren penurunan angka kelahiran yang terus memburuk, pemerintah Jepang berencana menanggung seluruh biaya persalinan normal melalui sistem asuransi kesehatan nasional mulai April 2026.
Langkah ambisius ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menahan laju krisis demografi yang melanda Negeri Sakura, di mana lebih dari 30 persen penduduknya berusia di atas 65 tahun.
Saat ini, biaya melahirkan secara normal belum ditanggung asuransi nasional, kecuali dalam kondisi medis tertentu seperti operasi caesar. Meski pemerintah menyediakan subsidi hingga 500.000 yen (sekitar Rp52 juta), data menunjukkan itu belum cukup. Dalam hampir separuh kasus pada 2023–2024, orang tua masih harus menutupi kekurangan biaya persalinan.
Rata-rata biaya persalinan di Jepang kini mencapai 518.000 yen (sekitar Rp54,7 juta), dan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Panel ahli yang ditunjuk Kementerian Kesehatan Jepang juga menyarankan adanya standarisasi biaya persalinan nasional, untuk mengatasi perbedaan tarif antar rumah sakit dan wilayah. Kebijakan ini juga diyakini memberi rasa aman finansial bagi calon orang tua.
Ini bukan langkah tunggal. Pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan pro-keluarga sejak 2023, termasuk perluasan fasilitas penitipan anak, subsidi perumahan, hingga aplikasi kencan resmi untuk mendorong pernikahan.
Meski begitu, tantangan tetap besar. Biaya hidup tinggi, budaya kerja ketat, dan ketidakpastian ekonomi menjadi alasan utama mengapa banyak pasangan muda menunda atau menolak memiliki anak.
Namun dengan rencana penghapusan biaya melahirkan ini, pemerintah berharap dapat mengirim pesan kuat bahwa negara hadir mendukung keluarga muda.
"Langkah ini lebih dari sekadar kebijakan kesehatan, ini adalah investasi masa depan Jepang," ujar pejabat Kementerian Kesehatan.
Jika disahkan sesuai jadwal, kebijakan ini akan berlaku mulai tahun fiskal 2026 dan menjadi salah satu reformasi kesehatan terbesar dalam sejarah Jepang modern. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!