Jembatan Rp 2,42 Triliun di Tol IKN Segera Rampung
la menambahkan, jalan tol itu pun dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan antara IKN dan Balikpapan. Maka memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat pengiriman logistik.
"Melalui Jalan Tol IKN Simpang Tempadung-Pulau Balang, dari Balikpapan ke kawasan IKN hanya butuh waktu satu jam. Sebelumnya bisa mencapai tiga jam," jelasnya.
Dalam proses pembangunannya, sambung dia, Waskita melakukan sejumlah inovasi, agar pekerjaan. menjadi lebih efisien. Di antaranya mengembangkan Sistem Penakar Hujan Otomatis, sehingga curah hujan bisa diukur dengan mempertimbangkan berbagai faktor keselamatan.
Tim proyek turut mengoptimalisasi pengambilan data fotogrametri dengan drone Post Processing Kinematic (PPK) DJI Mavic 3E. PPK merupakan metode pengamatan dalam Global Navigation Satelite System (GNSS) base station, yang memungkinkan titik dan alatnya bergerak sesuai dengan area pengukuran.
"PPK tidak memerlukan koneksi radio real time ke pesawat dari base station. Dengan begitu penyimpanan data lebih cepat dan mudah," jelasnya.
Ermy melanjutkan, inovasi lainnya yaitu menggunakan konsep Intelligent Compaction (IC) untuk proses pemadatan dasar tanah. Melalui konsep tersebut, bisa didapat data dari seluruh luas area yang dipadatkan sesuai rencana pada Building Information Modelling (BIM).
Sebelumnya, Jalan Tol IKN Segmen Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sudah beroperasi secara fungsional pada 17 Agustus 2024, demi mendukung perhelatan upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) perdana di IKN. Hanya saja usai upacara, jalan tersebut kembali ditutup dan dilanjutkan pembangunannya.
Sebagai informasi, proyek itu dikerjakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita-Nidya-Modem dengan total nilai kontrak sebesar Rp2,42 triliun. Secara keseluruhan, terdapat 12 proyek IKN yang dikelola perseroan senilai Rp8,1 triliun. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!