Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Jelang Ramadan, Impor Daging dan Buah Anjlok: Apa Penyebabnya

Desi Rossilawati
Senin, 17 Maret 2025 | 15:00 WIB
Bagikan
Jelang Ramadan, Impor Daging dan Buah Anjlok: Apa Penyebabnya

VISI.NEWS | JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang konsumsi menjelang Ramadan atau Februari 2025 senilai US$ 1,47 miliar. Nilai itu turun 10,61% secara bulanan dan turun 21,05% secara tahunan.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan penurunan impor barang konsumsi dikarenakan terdapat sejumlah komoditas yang impornya berkurang. Komoditas penyumbang utama adalah buah-buahan.

"Penyumbang utama penurunan dari impor barang konsumsi yang pertama adalah buah-buahan yang secara month to month nilainya turun US$ 60,9 juta," kata Amalia dalam konferensi pers, Senin (17/3/2025).

Berdasarkan data BPS, impor jeruk mandarin tercatat turun US$ 29,2 juta menjadi US$ 15,7 juta. Begitu juga dengan impor apel segar yang turun US$ 17,9 juta menjadi US$ 13,2 juta dan impor buah cabai dari genus capsicum (dikeringkan tanpa dihancurkan atau digiling) yang turun US$ 16 juta menjadi US$ 0,4 juta. Selain itu, penyumbang utama penurunan impor barang konsumsi yakni dari daging hewan dan beras.

"Kemudian daging hewan yang secara month to month nilainya turun US$ 44,8, juga HS 10 atau serealia terutama beras di dalamnya secara month to month turun US$ 37,8," jelas Amalia. Seperti diketahui, pemerintah sedang berupaya agar Indonesia tidak impor beras tahun ini. Produksi dalam negeri pun terus ditingkatkan. "Secara kumulatif Januari-Februari 2025 impor barang konsumsi turun 14,28%. Komoditas penyumbang penurunannya adalah beras di mana andil penurunannya sebesar 13,78% dikarenakan impor beras lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu karena ini terkait dengan ketersediaan suplai beras di domestik," jelasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.