Jelang Pemilu 2024, Kemenkumham Jatim Perbarui Data Alamat Kantor dan Kepengurusan Parpol
ED
Editor
M Purnama Alam
Minggu, 2 April 2023 | 14:01 WIB
VISI.NEWS | SOREANG - Eksistensi usaha rumah potong hewan (RPH) swasta di Kabupaten Bandung tidaklah mudah mengingat banyaknya konsumen yang kurang lancar dalam pembayarannya.
"Usaha RPH harus punya modal yang berlipat karena pembayaran dari konsumen tidak selamanya lancar," ungkap Agus pemilik RPH di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, di Soreang, Minggu (2/4/2023).
Agus mengungkapkan akibat tidak lancarnya cash flow dari konsumen, modal harus terus ditambah untuk mempertahankan eksistensi usaha kita. "Kalau dihitung, tunggakan pembayaran dari konsumen sampai sekarang ini kurang lebih Rp. 3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp. 1,7 miliar sudah saya bebaskan, sudah saya anggap lunas, tinggal Rp. 1,3 miliar," ungkapnya.
Tunggakan sebesar itu, katanya, tidak sekaligus, tapi sedikit-sedikit dari kekurangan pembayaran. "Jadi, misalnya saat ditagih, kurang 200 ribu, 300 rb, kan lama-lama jadi besar juga. Satu konsumen bisa nunggak sampai ratusan juta," papar pengusaha yang menjalankan usaha RPH-nya itu sejak 2008 lalu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!