Jawa Barat Diterjang Banjir dan Longsor, Gubernur Soroti Alih Fungsi Lahan dan Solusi Hunian
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 3 Maret 2025 | 15:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Hujan deras yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Barat meningkatkan risiko bencana banjir dan longsor. Beberapa daerah yang terdampak cukup parah antara lain Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dan Bogor.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya terkait bencana ini, terutama banjir akibat meluapnya Sungai Jayanti di Kabupaten Bogor yang merendam permukiman warga.
"Saya belum mengetahui secara pasti penyebab utama meluapnya Sungai Jayanti, namun hal ini perlu segera dikaji agar solusi yang tepat dapat diambil," ungkap Dedi Mulyadi.
Ia juga menegaskan pentingnya penghentian alih fungsi lahan di kawasan Puncak Bogor guna menjaga keseimbangan ekosistem.
"Berdasarkan data yang kami miliki, lebih dari seribu hektare lahan perkebunan teh di Puncak telah beralih fungsi. Ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memperburuk kondisi lingkungan," tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dedi Mulyadi berencana berkoordinasi dengan PTPN dan Perhutani Jabar untuk mengembalikan fungsi konservasi lahan yang telah berubah.
"Kita tidak boleh hanya memikirkan keuntungan ekonomi jangka pendek. Sejak zaman kolonial, Belanda menanam teh di kawasan ini bukan hanya untuk produksi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan dan perlindungan lahan," tambahnya.
Selain banjir, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyoroti bencana pergeseran tanah di Kabupaten Tasikmalaya yang berdampak pada 92 kepala keluarga. Sebanyak 55 rumah mengalami kerusakan berat, sementara dua sarana ibadah turut terdampak. Saat ini, 45 kepala keluarga mengungsi di kantor desa, sedangkan 43 lainnya memilih tinggal bersama kerabat.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, Gubernur mengusulkan penggunaan desain rumah panggung yang lebih adaptif terhadap kondisi tanah labil.
Dedi mengusulkan konstruksi rumah panggung yang tepat dapat menjadi solusi bagi wilayah yang rawan pergeseran tanah. Namun, fasilitasnya tetap harus dipastikan lengkap dan nyaman bagi masyarakat.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial dan BPBD Jabar telah menyalurkan bantuan logistik, termasuk air bersih dan toilet portabel bagi warga terdampak.
"Kami memastikan kebutuhan warga terdampak, terutama kebutuhan pokok untuk sahur dan buka puasa selama Ramadan, tetap terpenuhi," kata Dedi.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan lahan relokasi bagi warga yang terdampak, dengan harapan mereka bersedia pindah ke lokasi yang lebih aman demi keselamatan dan keberlangsungan hidup. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!