Jasa Marga Bawa UMKM Binaan Tampil di Indonesia Fashion Week 2026
Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden BTN Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, mengatakan tema tersebut mencerminkan pentingnya menjaga keseimbangan antara warisan budaya dengan inovasi industri fesyen modern.
"Melalui tema ini kita ingin menegaskan bahwa industri mode Indonesia harus terus menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, kearifan lokal dan persaingan global, serta antara nilai budaya dan masa depan industri kreatif. Inilah semangat yang menjadi landasan IFW 2026," kata Poppy.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week 2026 sehingga mampu menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif Indonesia.
Menurutnya, Indonesia Fashion Week bukan sekadar ajang peragaan busana, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, mendorong inovasi, sekaligus meningkatkan kebanggaan terhadap produk dan budaya Indonesia.
Ajang tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan DPR RI dan DPD RI, Menteri Perdagangan, Menteri Ekonomi Kreatif, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri UMKM, Menteri Sosial, Direktur Network & Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Rully Setiawan, Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Kahiyang Ayu, pemerintah daerah, asosiasi, para desainer, hingga pelaku industri fesyen nasional.
Konsisten Perluas Akses Pasar UMKM
Partisipasi di BTN Indonesia Fashion Week 2026 menjadi lanjutan dari konsistensi Jasa Marga dalam membuka peluang pasar bagi UMKM binaannya melalui berbagai ajang promosi nasional.
Sebelumnya, perusahaan juga memfasilitasi tiga UMKM sektor kuliner, yakni Sinjaya, Handong, dan Samloen Sedap Rasa, untuk mengikuti Pesta Wirausaha Bekasi 2026 yang berlangsung pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Pakuwon Mall Bekasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!