Jangan Asal Cas Power Bank di Bus, Ini Alasan di Baliknya
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 21 April 2025 | 23:35 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Banyak bus saat ini sudah dilengkapi colokan listrik dan port USB di setiap bangku, fasilitas yang memudahkan penumpang untuk mengisi daya ponsel selama perjalanan. Tapi, perlu diingat: colokan itu hanya untuk mengecas HP, bukan untuk power bank atau laptop. Bahkan, beberapa Perusahaan Otobus (PO) sengaja menempelkan stiker peringatan agar penumpang tidak sembarangan mengisi daya perangkat lain.
Menurut M. Thoyib, penasihat teknis bus dari PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (pemegang merek Mercedes-Benz Bus & Truck), setiap bus punya batas arus listrik. Contohnya pada sasis bus OH 1626 L, daya maksimal hanya 100 Ampere, dan sebaiknya digunakan maksimal 80% saja agar tetap aman.
Masalah lain datang dari kualitas power bank yang tidak merata di pasaran. Banyak power bank berkapasitas besar dengan kualitas rendah yang berpotensi meledak atau terbakar saat overcharge. Inilah yang jadi kekhawatiran utama pemilik bus dan karoseri.
Hal senada juga disampaikan Stefan Arman, Direktur Teknis Karoseri Laksana. Menurutnya, meskipun secara teknis pengisian daya power bank bisa dilakukan, tetap tidak dianjurkan dilakukan di dalam kabin bus. Alasannya mirip dengan larangan membawa power bank berkapasitas besar di pesawat, karena risikonya tinggi dan kualitas perangkatnya belum tentu terjamin.
Colokan di bus memang boleh dipakai, tapi tetap utamakan keselamatan. Cas HP saja, power bank agar diisi di tempat yang lebih aman. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!