Jan Ethes pun Ikut Gibran Jadi Parikesit di "Solo Menari 2022"

ED
Jumat, 29 April 2022 | 21:47 WIB
Bagikan
Jan Ethes pun Ikut Gibran Jadi Parikesit di "Solo Menari 2022"

VISI.NEWS | SOLO - Peringatan Hari Tari Dunia atau World Dance Day (WDD) di Kota Solo yang meskipun digelar sederhana tetap semarak, diwarnai kejutan dengan tampilnya Jan Ethes, cucu Presiden Jokowi, bersama ayahandanya Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo yang berperan sebagai tokoh Parikesit dalam penutupan "Solo Menari Banjaran Parikesit", di pelataran Balai Kota Solo, Jumat (29/4/2022) petang.

Jan Ethes dengan busana wayang orang yang menggambarkan sosok Parikesit semasa kecil, ikut dalam kirab budaya dengan menunggang kuda bersama Gibran, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, KGPAA Mangkunegoro X, putera mahkota Keraton Surakarta, KGPH Anom Purbaya beserta sejumlah pejabat Pemkot Solo. Menparekraf, Sandiaga Uno yang juga mengenakan busana wayang tokoh Puntadewa, juga menunggang kuda dan bersama rombongan mengikuti arak-arakan kirab budaya dari Hotel Royal Surakarta Heritage ke lokasi pementasan "Solo Menari Banjaran Parikesit" dengan tema "Gatra Manggala Muda" episode 5 di pelataran depan Balai Kota.

Di sela pagelaran tari dengan konsep wayang orang pelataran tersebut, Menparekraf, Sandiaga Uno, menyatakan kepada wartawan, seni pertunjukan termasuk "Solo Menari" dalam peringatan WDD merupakan daya tarik wisata bagi wisatawan, terlebih pasca pandemi Covid - 19 ini.

"Banyak wisatawan justru mencari wisata berbasis nature (alam terbuka) dan culture (berbasis budaya). Solo Menari kami harapkan menjadi even yang bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan membuka peluang usaha. Karena, ratusan pelaku seni kreatif terlibat dan mudah–mudahan bisa membuka lapangan kerja yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Sandiaga.

Menanggapi tema pagelaran "Gatra Manggala Muda" yang mengangkat topik peran pemimpin berusia muda, Menparekraf mengatakan, "Solo Menari" yang menampilkan sosok Parikesit sebagai tokoh muda, merupakan simbol penobatan tokoh – tokoh muda.

"Mungkin menimbulkan banyak tanda tanya. Namun setelah dijelaskan, para tokoh muda tersebut ternyata dapat membuktikan mampu memimpin," jelasnya.

"Solo Menari 2022", menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Aryo Widyandoko, mengangkat wayang orang sebagai salah satu ikon Kota Solo.

Konsep pertunjukan yang didukung lebih dari 500 orang, terdiri dari penari, pengrawit, perias, pelatih tari, koreografer, sutradara, artistic director, penata iringan, dan pekerja seni, merupakan wayang pelataran yang digarap secara kolosal dan kekinian, dengan sutradara Diwasa Diranagara.

Rangkaian pentas tari wayang orang dengan dialog berupa tembang, terbagi dalam 5 episode, yakni episode lahirnya Parikesit di pentas venue 1, episode masa kecil Parikesit di venue 2, masa remaja Parikesit di venue 3, episode Parikesit berguru menjelang menjadi raja dan puncaknya, episode saat Pandawa menantikan kehadiran Parikesit pulang berguru dan penobatannya menjadi raja.

Setiap episode juga divisualisasikan dinamika berupa konflik kepentingan dalam perjalanan Parikesit menuju tahta. Di episode 5, wali kota bersama KGPAA Mangkunegoro X dan putera mahkota Keraton Surakarta ikut dalam pementasan dengan melepas anak panah sebagai pertanda penutupan Solo Menari 2022.@tok

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.