Jamaah Haji KJT 5 Purwakarta Jabar Bisa Miqat di Ji'ranah Tanpa Kartu Nusuk
- Jemaah haji Indonesia khususnya asal Jawa Barat tengah menjalankan rangkaian ibadah haji sampai puncaknya pada 9 Dzulhijjah 1446 di Arafah nanti. Ustadz Muslihudin melaporkan langsung dari tanah suci perjalanan ibadah haji tahun ini. Berikut laporannya.
VISI.NEWS | MEKKAH - Jamaah Haji Kloter 5 Embarkasi Kertajati Jawa Barat, pada Jumat lalu "bermiqat" di Masjid Bir Ali, saat menuju Mekkah dari Madinah. "Di Masjid Bir Ali, Jamaah Haji melakukan salat sunah umrah dan berniat untuk umrah wajib," jelas Petugas TPIHI Kloter 5 KJT, Widayanti, Sabtu (24/4/2025).
Selanjutnya, umrah menjadi ibadah favorit jamaah haji sambil menunggu wukuf di Arafah yang akan jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah 1446 H.
Untuk mengawali ibadah umrah ini, para jamaah mengambil miqat dengan keluar terlebih dahulu dari Kota Suci Mekkah. Salah satu miqat yang dipilih adalah Masjid Tan’im atau juga dikenal sebagai Masjid Aisyah yang menjadi lokasi favorit bagi jamaah bermiqat atau mengambil tempat untuk berganti pakaian ihram dan kemudian berniat melakukan umrah sunah.
Masjid Tan'im merupakan batas tanah Haram terdekat. Masjid Tan’im berjarak sekitar 7 kilometer di utara Masjidil Haram, sehingga hanya diperlukan waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan mobil dari lokasi hotel jamaah haji Indonesia menuju Tan’im.
Masjid Tan’im menjadi yang paling dekat, dibandingkan dengan lokasi miqat yang lain seperti Ji’ranah dan Hudaibiyah,
Setelah beberapa hari lalu Jamaah haji KJT 5 melaksanakan umrah sunah dengan miqat di Masjid Tan'im, pada Jumat (23/5/2025), sebagian Jamaah Haji KJT 5 melaksanakan umrah sunah dengan miqat di Ji'ranah.
"Ji’ranah adalah sebuah perkampungan di Wadi Saraf, kurang lebih 24 kilometer dari Masjid Al Haram sebelah Timur Laut yang dihubungkan oleh jalan Ma’bad,” ungkap Widayanti
Banyak kelebihan yang dirasakan saat mengambil miqat di Masjid Ji'ranah. Dan, umat Islam juga diperkenankan melaksanakan umrah dengan mengambil dari kawasan miqat terdekat dari Kota Makkah. Salah satunya adalah Masjid Ji’ranah, dimana jamaah haji bisa melihat bagaimana tenda di Mina dan tempat melontar jumroh, yang terlewati oleh Bis dari Ji'ranah ke Masjidil Haram.
Masjid Ji’ranah ini, adalah masjid yang digunakan untuk miqat dan berihram bagi penduduk Makkah. Masjid tersebut telah diperbaharui kembali oleh Raja Fahd saat itu menelan biaya kurang lebih 2 juta Riyal Saudi dengan luas 430 meter persegi dan dapat menampung 1.000 jamaah.
Di Ji’ranah juga, Rasulullah SAW pernah meninggalkan para tawanan dan harta rampasan perang yang diambilnya dari Hawazin, dalam peperangan Hunain pada 8 hijriyah. Kira-kira selama 10 malam berada di Ji’ranah, Rasulullah tidak membagikan harga rampasan perang tersebut, karena sambil menunggu orang-orang Hawazin yang bertobat datang menyusulnya.
Tahun ini, demi keamanan dan kenyamanan Jamaah Haji dalam melaksanakan ibadah haji, penjagaan begitu ketat dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Hampir di setiap sudut kota ada petugas polisi.
Seperti halnya, perjalan Jamaah KJT 5 yang melaksanakan miqat di Masjid Ji'ranah, mengalami dua kali pemeriksaan saat kembali dari Masjid Ji'ranah ke Masjidil Haram. Polisi memasuki bis, lalu satu persatu jamaah haji dicek dengan menscan Kartu Nusuk masing-masing.
Bagi jamaah haji yang belum mendapatkan Kartu Nusuk, sebagai "kunci masuk" ke Kota Mekah dan Masjidil Haram, tidak perlu khawatir dan panik, cukup dengan memperlihatkan Kartu Nusuk yang ada di aplikasi Nusuk.
Pemerikasaan oleh polisi tidak cukup sekali, kemudian ada lagi satu kali pemeriksaan di jalan. Selanjutnya pemerikasaan saat masuk Masjidil Haram.
Intinya, semua ini mengingatkan jamaah haji untuk tetap menjaga ibadah haji dari larangan haji: Rafas, fusuk, dan jidal, sehingga terhindar dari shu'udzhan.
"Ibadah haji bukan pergi wisata, tapi panggilan Allah, sehingga yang memanggil berhak untuk menguji, sehingga ikhlaslah, dan bersihkan niat kita, bersihkan hati kita," tegas Widayanti.
Bagi jamaah haji yang akan melaksanakan umroh sunah dengan miqat di Masjid Ji'ranah, jangan ragu, tidak ada Kartu Nusuk bisa miqat di Ji'ranah asal memiliki kartu via aplikasi Nusuk.
Insya Allah, kata Widayanti, perjalanan ibadah haji 2025 "mana, nyaman, dan mabrur".***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!