Jakarta Sulap Ruang Publik Jadi Panggung Budaya Imlek 2026
“Kami sudah menyiapkan nanti begitu tanggal 17 masuk ke 18, 18 adalah Ramadan, Jakarta total akan berubah wajah menyambut Ramadan,” kata Pramono.
“Untuk Ramadan karena periodenya lebih panjang sampai dengan Idulfitri tentunya beberapa kegiatan yang diadakan di Jakarta akan semakin semarak,” sambungnya.
Salah satu unsur visual yang mencuri perhatian tahun ini adalah lomba pemasangan lampion yang melibatkan gedung-gedung perkantoran di kawasan strategis ibu kota. Partisipasi sektor swasta disebut meningkat signifikan.
“Jadi menyambut Imlek kali ini tempat perayaannya menjadi lebih banyak. Bahkan kami melombakan untuk lampu lampion dan sebagainya, ternyata diikuti oleh 98 gedung dan sekarang ini kan sudah mulai dipasang di SCBD, beberapa di Sudirman-Thamrin dan sebagainya,” ujarnya.
Menurut Pramono, penyebaran titik perayaan ini juga menjadi pesan kuat bahwa Jakarta adalah kota yang terbuka bagi keberagaman budaya dan perayaan keagamaan.
“Kenapa ini kami lakukan? Kita untuk memberikan ruang bahwa Jakarta itu aman, nyaman, colorful, dan meriah bagi siapa saja untuk menyambut apa hari-hari besar keagamaan yang dimiliki,” tuturnya.
Dengan konsep yang lebih luas dan kolaboratif, Imlek 2026 di Jakarta bukan sekadar perayaan komunitas, melainkan peristiwa kota yang merangkul semua lapisan masyarakat. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!