Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Jaga Netralitas Kampus, BEM IAI Persis Bandung Tolak Kehadiran Sahrul Gunawan

ED
Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:09 WIB
Bagikan
Jaga Netralitas Kampus, BEM IAI Persis Bandung Tolak Kehadiran Sahrul Gunawan

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG — Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Persis Bandung (BEM IAI Persis) secara tegas menolak kehadiran Sahrul Gunawan, Bakal Calon Bupati Bandung, dalam sebuah acara yang diduga bermuatan politis di lingkungan kampus. Acara tersebut diselenggarakan oleh pihak kampus IAI Persis Bandung pada Rabu, (14/08/2024), menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

BEM IAI Persis Tegas Menolak Simbol Politik di Kampus

Dalam Press Release dan Pernyataan Sikap yang dipublikasikan melalui media sosial, BEM IAI Persis dengan tegas menolak adanya simbol politik dalam bentuk apapun di lingkungan kampus. BEM menilai bahwa acara seminar yang memiliki nuansa politis ini akan berdampak buruk terhadap ekosistem pendidikan di Indonesia, khususnya IAI Persis Bandung.

Kehadiran Sahrul Gunawan Dinilai Tidak Etis

BEM IAI Persis mengungkapkan bahwa langkah Sahrul Gunawan, yang kini sedang mencalonkan diri sebagai Bupati Bandung, dinilai tidak etis. Terlebih Sahrul Gunawan seringkali hadir di lembaga pendidikan baik di tingkat SMA maupun perguruan tinggi. BEM IAI Persis menilai bahwa seminar yang digelar oleh IAI Persis Bandung ini sarat dengan unsur politik, dan hal ini jelas merugikan integritas lembaga pendidikan yang seharusnya bersifat netral.

Lembaga Pendidikan Sasaran Empuk Politisi

Mencari panggung di lembaga pendidikan memang sangat strategis dan menguntungkan bagi kandidat, terutama karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada tahun ini didominasi oleh pemilih pemula. Diperkirakan sekitar 60% dari total DPT adalah pemilih pemula, yang sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa. Kondisi ini membuat lembaga pendidikan menjadi sasaran empuk bagi politisi yang ingin meningkatkan popularitasnya di kalangan pemilih muda.

"BEM IAI Persis menyatakan sikap bahwa kami menolak simbol politik dalam bentuk apapun di lingkungan kampus, menolak kegiatan berbau politis, mosi tidak percaya terhadap civitas akademik, dan kampus sedang tidak waras", tegas BEM IAI Persis dalam pernyataannya.

Dalam Press Release yang disampaikan, BEM IAI Persis mengutip pernyataan Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, yang pernah menyatakan bahwa "Konflik kepentingan akan bersemi seperti jamur pada musim penghujan di bangku sekolah dan gedung perguruan tinggi." BEM IAI Persis menilai bahwa kekhawatiran tersebut mulai terwujud, di mana lembaga pendidikan kini terlibat dalam politik praktis, khususnya di Kabupaten Bandung ketika IAI Persis mengundang Sahrul Gunawan.

BEM IAI Persis Bandung Menuntut Netralitas Kampus

Menurut BEM IAI Persis, lembaga pendidikan seharusnya netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. Kehadiran Sahrul Gunawan sebagai salah satu Cabup dalam seminar tersebut dianggap mencederai nilai-nilai independensi dan mengancam netralitas lembaga akademik. Penolakan ini mencerminkan kekhawatiran mahasiswa terhadap dampak buruk politik praktis yang mulai masuk ke dalam dunia pendidikan. Mereka menegaskan bahwa kampus seharusnya menjadi tempat yang bebas dari pengaruh politik dan murni fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan serta karakter mahasiswa. @mpa

Tags:

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.