Jadi Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2023, Aliran Uang Prayogo Pangestu Ada di Kab. Bandung
VISI.NEWS | BANDUNG - Prajogo Pangestu berhasil menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia tahun ini. Berdasarkan data Forbes The Real Time Billionaires Selasa (26/12/2023), Prajogo Pangestu memiliki kekayaan sebesar US$55,2 miliar atau setara dengan Rp854,49 triliun (Rp15.480/US$1). Salah satu aliran uang Prayogo dari Kabupaten Bandung melalui PT. Star Energy.
Prajogo menyingkirkan bos Bayan Group Low Tick Kwong di posisi kedua dengan kekayaan US$ 27,7 miliar serta bos Djarum group R Budi Hartono dan Michel Hartono di posisi 3 dan 4 dengan kekayaan masing-masing US$ 25,7 miliar dan US$ 24,6 miliar. Sebagai catatan, Hartono bersaudara sudah bertahun-tahun menduduki singgasana orang terkaya Indonesia.
Salah satu faktor yang membuat Prajogo Pangestu meroket ke puncak daftar orang terkaya adalah kinerja saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten energi baru dan terbarukan (EBT) miliknya. Saham BREN kembali mencetak rekor terbarunya pada perdagangan Kamis (7/12/2023) lalu, baik dari harganya maupun kapitalisasi pasarnya.
Saham BREN melejit 7,64% ke posisi harga Rp 7.750/unit pada perdagangan kemarin. Bahkan, BREN juga kembali mencetak all time high (ATH) atau harga tertinggi sepanjang masanya di harga tersebut. Tak hanya itu saja, kapitalisasi pasar BREN juga makin meningkat, di mana hingga perdagangan kemarin, kapitalisasi pasarnya sudah mencapai Rp 1.036,84 triliun. Tinggal sedikit lagi BREN menyusul kapitalisasi pasar perbankan paling jumbo di Indonesia yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sebesar Rp 1.087,9 triliun.
Selain menyentuh ATH dan makin membesarnya kapitalisasi pasar BREN, kenaikan harganya sejak IPO semakin membesar. Dari harga IPO-nya di Rp 780/saham, saham BREN diketahui sudah meroket hingga 893,59% menjadi Rp 7.750 per saham. Melantai sejak 9 Oktober lalu, saham emiten taipan Prajogo ini dapat dikatakan menjadi salah satu saham IPO dengan kinerja paling tinggi di 2023. Saham BREN sempat melesat sembilan hari berturut-turut di zona hijau pada awal perdagangan sejak debut perdananya dan sempat menyentuh auto reject atas (ARA) 5 hari beruntun.
Dari kinerja keuangannya, BREN berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$29,24 juta atau setara dengan Rp445,78 miliar (asumsi kurs Rp15.243/US$) per kuartal I 2023. Angka ini tumbuh 30,97% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$22,33 juta (Rp340,38 miliar) pada periode yang sama 2022. Ini seiring top line perusahaan yang positif dengan pendapatan naik 10,05% yoy menjadi US$147,08 juta pada 3 bulan pertama 2023.
BREN memang salah satu pemain utama dalam pengembangan panas bumi di Indonesia, sebuah sektor yang menjadi fokus dalam rencana energi terbarukan pemerintah. Dengan potensi sumber daya panas bumi yang melimpah di Indonesia, BREN berada dalam posisi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan energi terbarukan dalam bauran energi negara ini. Kinerja keuangan yang positif dan pertumbuhan kapasitas yang pesat menjadikan BREN sebagai perusahaan yang menarik bagi para investor.
Apalagi, prospek energi baru dan terbarukan (EBT) yang masih menarik menjadi alasan saham BREN masih diburu oleh investor, meski secara valuasi saham BREN sudah tergolong premium atau sangat mahal. Dengan terus melesatnya saham BREN dalam beberapa hari terakhir, tentunya hal ini cenderung terpengaruh ke valuasi BREN. Kini, valuasi BREN bisa dikatakan sudah sangat premium atau super mahal. Dari price-to-earnings ratio (PER) BREN saat ini mencapai sekitar 594,24 kali. Artinya, saham BREN sudah super mahal, karena sudah berada jauh di atas PER rata-rata industri yang mencapai 119,36 kali.
Salah satu sumber uang Prajogo Pangestu yang berasal dari Kabupaten Bandung adalah PT. Star Energy, perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.
Diketahui PT BREN (Barito Renewable) menaungi Star Energy. Tingginya minat investor terhadap saham BREN mencirikan bahwa Prajogo Pangestu memang bertangan dingin di bisnis energi panas bumi.
Star Energy Geothermal sendiri masuk menjadi PLTP terbesar di dunia bersama PLTP Sarulla di Sumatera Utara. Saat ini Star Energy mengoperasikan tiga PLTP di Jawa Barat. Di Pangalengan, Star Energy Geothermal mengoperasikan PLTP Wayang Windu dengan kapasitas pembangkitan bruto sebesar 230,5 MW
PT. Star Energy memiliki beberapa wilayah kerja di Indonesia, salah satunya adalah Blok Geothermal Wayang Windu di Kabupaten Bandung. Blok ini memiliki kapasitas produksi listrik neto sebesar 227 MW.
Menurut laporan keuangan PT. Star Energy tahun 2023, pendapatan perusahaan dari Blok Geothermal Wayang Windu mencapai US$ 97,6 juta atau setara dengan Rp 1,49 triliun. Dari jumlah tersebut, laba bersih yang dihasilkan sebesar US$ 36,8 juta atau setara dengan Rp 561,7 miliar. Prajogo Pangestu memiliki mayoritas saham di PT. Star Energy, maka kontribusi kekayaannya dari Blok Geothermal Wayang Windu menambah besar pundi-pundi uangnya.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!