Jabar Targetkan Elektrifikasi dan Konektivitas Internet Merata Tahun Depan
VISI.NEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmen serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk menuntaskan masalah akses listrik secara merata di seluruh wilayahnya pada tahun depan. Komitmen ini bertujuan untuk mencapai rasio elektrifikasi Jabar 100 persen, sekaligus menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Akses listrik yang merata ini, menurut KDM – sapaan akrab Gubernur Dedi Mulyadi, merupakan prasyarat mutlak untuk memastikan seluruh warga dapat menikmati fasilitas dasar yang layak di tengah era modern. Program ini digulirkan sebagai upaya untuk menghilangkan ketimpangan akses antara wilayah perkotaan dan pelosok.
KDM menuturkan, dalam menghadirkan akses listrik ke daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau, Pemda Provinsi Jabar telah menyiapkan strategi khusus yang ramah lingkungan. Strategi ini akan menghindari pembangunan jaringan konvensional yang berpotensi merusak ekosistem hutan.
"Yang tidak memiliki listrik itu, rumah-rumah, dan beberapa daerah di tengah hutan. Kita sudah rencanakan dengan listrik tenaga surya," ucap KDM. Penggunaan sumber energi terbarukan ini dipilih sebagai solusi yang efektif dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak kecil. Saat ini, masih ada sekitar 450 ribu rumah di Jawa Barat yang tercatat belum tersambung dengan jaringan listrik. Angka ini menjadi target penyelesaian utama yang harus dituntaskan pada tahun mendatang.
Selain masalah elektrifikasi, KDM juga menyampaikan bahwa Pemda Provinsi Jabar akan memperluas fokus pembangunannya ke sektor komunikasi. Pihaknya berkomitmen untuk mengatasi desa-desa yang masih tergolong sebagai wilayah "blank spot" atau belum memiliki akses komunikasi dan internet.
KDM menargetkan persoalan blank spot ini juga akan tuntas pada tahun depan, sejalan dengan penyelesaian program elektrifikasi. Konektivitas digital dianggap sama pentingnya dengan listrik untuk mendukung aktivitas ekonomi digital dan pendidikan masyarakat.
Saat ini, Pemda Provinsi Jabar tengah melakukan inventarisasi secara mendalam terhadap desa-desa yang belum memiliki akses komunikasi. Proses inventarisasi yang detail ini diharapkan dapat menjamin intervensi yang akan dilakukan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
"Saya targetkan juga tahun depan terkoneksi internet. Ini yang kita menjadi target, belanja pembangunannya harus buat kepentingan masyarakat," tutup KDM, menegaskan bahwa seluruh alokasi anggaran pembangunan harus diarahkan untuk kepentingan dasar dan kebutuhan nyata publik.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!