IWPG Jadi Co-Host Acara Sampingan di UN CSW 67 bersama Kementerian Sudan Selatan dan Pantai Gading.
- Dalam Parallel Event-nya, IWPG berencana membahas peran pemerintah dan masyarakat sipil dalam memfasilitasi pendidikan perdamaian.
- Acara Sampingan dengan Sudan Selatan bertema “Literasi Digital dan Pendidikan Perdamaian untuk Perempuan dan Anak-Anak Perempuan.”
- Acara sampingan dengan Pantai Gading tentang “Pengembangan pendidikan di era digital untuk pemberdayaan semua perempuan dan anak perempuan: Kasus pendidikan perdamaian.”
VISI.NEWS | NEW YORK - Selama UN Commission on the Status of Women (CSW) ke-67, acara tahunan yang diadakan oleh PBB di New York untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, Rabu (8/3/2023), IWPG organisasi internasional yang terdaftar di PBB, akan menjadi co-host 2 acara sampingan, masing-masing dengan Kementerian Gender, Anak, dan Kesejahteraan Sosial Sudan Selatan dan Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Anak Republik Pantai Gading untuk membahas kebijakan tentang pemberdayaan perempuan dan hak-hak perempuan.
Hari ini yang juga merupakan hari “Hari Perempuan Internasional”, IWPG akan menjadi tuan rumah bersama wcara sampingan dengan Kementerian Gender, Anak, dan Kesejahteraan Sosial Sudan Selatan di Ruang Konferensi 4 di dalam PBB. Acara ini bertajuk “Literasi Digital dan Pendidikan Perdamaian untuk Perempuan dan Anak-Anak Perempuan.”
Pada tanggal 10 Maret akan diadakan Acara Sampingan yang diselenggarakan bersama oleh IWPG dan Kementerian Perempuan, Keluarga dan Anak Republik Pantai Gading di Ruang Konferensi B PBB. Temanya adalah “Pengembangan pendidikan di era digital untuk pemberdayaan semua perempuan dan anak perempuan: Kasus pendidikan perdamaian.”
Acara Paralel LSM IWPG sebelumnya diadakan pada tanggal 6 Maret, pukul 12:30 siang di Pusat Gereja PBB dengan tema “Pendidikan Perdamaian di Era Digital untuk Inovasi, Perubahan Teknologi, dan Kesetaraan Gender. Memperluas pemberdayaan dalam pendidikan semua perempuan dan anak perempuan.”
Acara Paralel ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk membahas peningkatan literasi digital dan pendidikan perdamaian perempuan, penyelesaian konflik dan kekerasan melalui pendidikan perdamaian di era digital, serta peran pemerintah dan masyarakat sipil dalam memfasilitasi pendidikan perdamaian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!