Iuran Board of Peace Tuai Pro-Kontra, Lia Istifhama Minta Presiden Lakukan Kajian Mendalam
“Petisi ini harus dibaca sebagai sinyal aspirasi publik. Apalagi inisiator Board of Peace memiliki catatan kebijakan luar negeri yang sering memicu perdebatan dalam konflik global,” tegasnya.
Ning Lia berharap Presiden Prabowo mempertimbangkan secara matang setiap masukan yang berkembang sebelum mengambil keputusan strategis. Apalagi, banyak negara yang sudah menolak kebijakan Trump diantara Selandia Baru.
“Tujuannya agar setiap langkah diplomasi Indonesia tetap sejalan dengan konstitusi, nilai kemanusiaan, serta prinsip politik luar negeri bebas aktif,” pungkasnya.
Ning Lia menilai, kondisi keuangan Indonesia saat ini masih terbatas, terlebih pemerintah tengah melakukan berbagai efisiensi anggaran untuk menjalankan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perempuan yang tertarik dengan isu Timur Tengah itu juga mengusulkan agar bantuan terhadap Palestina dilakukan secara bertahap. Menurutnya, anggaran sebesar itu tergolong sangat besar dalam sejarah diplomasi Indonesia.
"Dana tersebut setara dengan iuran Indonesia selama 500 tahun untuk Sekretariat ASEAN atau sekitar 50 tahun iuran keanggotaan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," tutupnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!