Istilah China, Tiongkok, dan Tionghoa dalam Sejarah Indonesia
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 1 Mei 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Masyarakat Indonesia sering menyebut negara besar di Asia Timur dengan istilah 'China' atau 'Tiongkok' secara bergantian, sementara orang-orang dari etnis tersebut kerap disebut 'Tionghoa'. Namun ternyata, tiap istilah ini punya asal-usul sejarah dan makna yang berbeda.
Istilah 'Tiongkok' berasal dari kata Zhongguo dalam bahasa Mandarin yang artinya 'Negara Tengah'. Nama ini sudah dipakai masyarakat Tiongkok sejak lebih dari 3.000 tahun lalu, bahkan tercatat dalam peninggalan perunggu kuno dari masa Dinasti Zhou Barat. Di dalamnya tertulis frasa 'Zhai zi Zhong Guo' yang menunjukkan posisi negara itu sebagai pusat dunia.
Sementara itu, kata 'China' atau 'Cina' tidak berasal dari bahasa Mandarin, melainkan diyakini berasal dari bahasa Sansekerta. Istilah ini kemungkinan besar merujuk pada Dinasti Qin (dibaca 'Chin'), yang lalu disebarluaskan oleh para pedagang Persia dan akhirnya populer di dunia Barat.
Sebutan 'Tionghoa' muncul dari pelafalan dialek Hokkien oleh para pendatang dari Tiongkok Selatan ke wilayah Nusantara sekitar abad ke-13. Dalam dialek tersebut, 'Zhongguo' dilafalkan sebagai 'Tiong-kok', dan orangnya disebut 'Tionghoa'. Karena mudah diucapkan dan dikenali oleh masyarakat lokal, istilah ini pun melekat hingga sekarang untuk menyebut etnis keturunan Tiongkok di Indonesia.
Dalam praktik resmi, istilah 'Tiongkok' digunakan untuk merujuk pada negara secara formal, sedangkan 'Tionghoa' digunakan untuk menyebut etnis. Penggunaan istilah 'Cina' sendiri sempat menimbulkan kontroversi karena dianggap bernuansa diskriminatif, sehingga pemerintah Indonesia pada era reformasi mendorong penggunaan 'Tiongkok' dan 'Tionghoa' agar lebih netral. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!