"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

ISLAMOFOBIA | Eropa Acuh Tak Acuh terhadap Sentimen Antimuslim

ED
Minggu, 25 Desember 2022 | 18:00 WIB
Bagikan
ISLAMOFOBIA | Eropa Acuh Tak Acuh terhadap Sentimen Antimuslim

VISI.NEWS | REPUBLIK CEKO - Muslim di Eropa menghadapi Islamofobia dan rasisme, kata Duta Besar Türkiye untuk Republik Ceko Egemen Bağış pada hari Kamis (22/12), menggarisbawahi munculnya tren semacam itu di seluruh dunia.

Berbicara pada konferensi yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Ceko di Praha, Bağış mengatakan bahwa perang melawan xenofobia dan ujaran kebencian mengenai asal etnis dan agama harus menjadi agenda utama pertemuan internasional untuk menghilangkan masalah multidimensi.

“Muslim, yang merupakan mayoritas komunitas imigran di sebagian besar negara Eropa, saat ini menjadi target utama dari pendekatan ini,” kata Bağış, menunjukkan bahwa jumlah serangan rasis, penganiayaan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya lebih tinggi daripada yang dinyatakan dalam dokumen resmi karena banyak yang tidak melaporkannya.

“Praktik rasis dan diskriminatif dalam pendidikan dan kehidupan sosial jelas memicu kecenderungan komunitas imigran untuk menarik diri dan menghambat upaya integrasi.”

Memperhatikan bahwa imigran dipandang sebagai masalah keamanan di Eropa, Bağış menggarisbawahi bahwa platform internasional multidimensi harus meningkatkan upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang kesulitan yang mereka hadapi.

Bağış mengatakan bahwa platform baru harus dibentuk di mana para korban dapat langsung melaporkan tindakan negatif seperti ujaran kebencian, xenofobia, dan serangan anti-Muslim.

“Saya ingin menyatakan sekali lagi bahwa Türkiye secara aktif mendukung upaya internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bagi orang-orang yang terpapar kekerasan dan perilaku intoleran karena agama dan pandangan dunia mereka.”

Pejabat Turki mengkritik rekan-rekan Barat mereka karena tetap acuh tak acuh terhadap sentimen anti-Muslim dan memicu ideologi tersebut, sementara para ahli percaya bahwa Türkiye dapat memimpin perang melawannya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.