Iran Tuding G7 Mendukung Agresi Israel, Tolak Retorika Sepihak
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 17 Juni 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | TEHERAN - Pemerintah Iran menyampaikan kritik tajam terhadap negara-negara anggota G7, menyusul seruan kelompok tersebut untuk menurunkan ketegangan dalam konflik Iran-Israel yang kini memasuki hari kelima. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut G7 telah bersikap sepihak dengan mendukung Israel secara tidak langsung.
“G7 harus meninggalkan retorika sepihak dan menangani sumber nyata dari eskalasi ini, yakni agresi Israel,” ujar Baqaei dalam pernyataan resmi pada Selasa (17/6/2025).
Ia menegaskan bahwa Israel telah memulai perang tanpa provokasi terhadap Iran, tindakan yang menurutnya melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.
Lebih lanjut, Baqaei menggambarkan kehancuran yang dialami negaranya akibat serangan Israel.
“Ratusan orang tak bersalah telah terbunuh, fasilitas publik dan negara kami serta rumah-rumah warga dihancurkan secara brutal,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Iran saat ini sedang menjalankan haknya untuk membela diri.
“Iran sedang membela diri dari agresi kejam. Apakah Iran benar-benar punya pilihan lain?” tukasnya.
Pernyataan Iran tersebut datang sehari setelah KTT G7 digelar di Kanada, di mana para pemimpin termasuk Presiden AS Donald Trump menyerukan penurunan ketegangan namun tetap menekankan dukungan terhadap keamanan Israel.
“Kami menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri. Kami kembali menyampaikan dukungan terhadap keamanan Israel,” bunyi salah satu bagian dalam komunike resmi G7.
Namun, G7 juga menyoroti Iran sebagai aktor utama ketidakstabilan dan terorisme di kawasan.
Mereka menegaskan komitmen untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, serta menyerukan solusi diplomatik guna meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Sikap G7 itu ditanggapi Iran sebagai bentuk ketidaknetralan komunitas internasional, yang dinilai gagal mengenali serangan Israel sebagai pemicu awal dari konflik bersenjata yang kini menelan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!