Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Iran Siap Hadapi Pembatasan Ekspor Minyak AS di Era Trump

Desi Rossilawati
Jumat, 15 November 2024 | 21:15 WIB
Bagikan
Iran Siap Hadapi Pembatasan Ekspor Minyak AS di Era Trump
VISI.NEWS | IRAN - Iran menyatakan telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan pembatasan ekspor minyak yang dapat diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Menteri Perminyakan Iran, Mohsen Paknejad, mengungkapkan bahwa negara tersebut telah menyiapkan rencana untuk menghadapi potensi pembatasan ekspor tersebut dan siap untuk menghadapinya. "Kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Saya tidak akan membeberkan detailnya namun rekan-rekan kami di sektor perminyakan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi pembatasan yang akan terjadi," kata Paknejad. "Tak ada hal yang perlu dikhawatirkan," lanjutnya. Pada 2018, Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran, yang mengarah pada pemberlakuan kembali sanksi-sanksi AS terhadap sektor minyak Iran. Akibatnya, produksi minyak Iran anjlok hingga 2,1 juta barel per hari selama masa pemerintahan Trump. Namun, setelah Trump tidak lagi menjabat, produksi minyak Iran kembali pulih menjadi sekitar 3,2 juta barel per hari. Ekspor minyak Iran juga meningkat, mencapai 1,7 juta barel per hari tahun ini, meskipun sanksi AS masih berlaku. China menjadi salah satu negara pengimpor utama minyak Iran dan secara tegas menolak mengakui sanksi sepihak yang diterapkan AS. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.