Iran Siap Hadapi Pembatasan Ekspor Minyak AS di Era Trump
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 15 November 2024 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | IRAN - Iran menyatakan telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan pembatasan ekspor minyak yang dapat diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Menteri Perminyakan Iran, Mohsen Paknejad, mengungkapkan bahwa negara tersebut telah menyiapkan rencana untuk menghadapi potensi pembatasan ekspor tersebut dan siap untuk menghadapinya.
"Kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Saya tidak akan membeberkan detailnya namun rekan-rekan kami di sektor perminyakan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi pembatasan yang akan terjadi," kata Paknejad.
"Tak ada hal yang perlu dikhawatirkan," lanjutnya.
Pada 2018, Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran, yang mengarah pada pemberlakuan kembali sanksi-sanksi AS terhadap sektor minyak Iran. Akibatnya, produksi minyak Iran anjlok hingga 2,1 juta barel per hari selama masa pemerintahan Trump.
Namun, setelah Trump tidak lagi menjabat, produksi minyak Iran kembali pulih menjadi sekitar 3,2 juta barel per hari. Ekspor minyak Iran juga meningkat, mencapai 1,7 juta barel per hari tahun ini, meskipun sanksi AS masih berlaku. China menjadi salah satu negara pengimpor utama minyak Iran dan secara tegas menolak mengakui sanksi sepihak yang diterapkan AS. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!