Iran Serang Pangkalan AS di Qatar, Doha Layangkan Kecaman Keras
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 24 Juni 2025 | 18:15 WIB
VISI.NEWS | QATAR - Pemerintah Qatar memanggil Duta Besar Iran di Doha setelah Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan militer utama milik Amerika Serikat di Al Udeid, Qatar. Serangan tersebut diklaim dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan menembakkan enam rudal pada Senin (23/6/2025).
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan kecaman keras terhadap aksi tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara, dan menegaskan hak Qatar untuk merespons insiden tersebut secara tegas.
Sementara itu, Wakil Menlu Iran Majid Takhtravanchi melalui sambungan telepon menyampaikan apresiasi atas peran Qatar dalam meredam eskalasi konflik di kawasan. Ia menegaskan komitmen Iran untuk menjaga hubungan baik dengan negara tetangga demi kepentingan bersama.
Di tengah meningkatnya ketegangan, mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Iran dan Israel telah berlaku untuk mengakhiri perang yang berlangsung selama 12 hari. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menekankan agar kesepakatan itu tidak dilanggar oleh pihak mana pun.
Trump mengklaim telah menengahi kesepakatan tersebut melalui komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurutnya, Israel telah menyatakan kesediaan menghentikan operasi militer asalkan Iran tidak melakukan serangan lanjutan.
"Dengan asumsi bahwa semuanya berjalan sebagaimana mestinya, dan itu pasti akan terjadi, saya ingin mengucapkan selama kepada kedua negara, Iran dan Israel, atas stamina, keberanian, dan kecerdasan yang mereka miliki untuk mengakhiri apa yang disebut PERANG 12 HARI," tulis Trump.
Meskipun menyetujui gencatan senjata, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa kesepakatan itu bergantung pada penghentian serangan oleh Israel. Ia menyampaikan bahwa Iran akan menahan diri dari serangan balasan apabila Israel menghentikan agresi militer terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 4 pagi waktu Teheran, Selasa (23/6/2025).
"Keputusan akhir tentang penghentian operasi militer kami akan dibuat kemudian," ujar Araghchi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!