Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Investor Howard Marks Peringatkan Tantangan Pertumbuhan Ekonomi China

Desi Rossilawati
Kamis, 21 November 2024 | 00:10 WIB
Bagikan
Investor Howard Marks Peringatkan Tantangan Pertumbuhan Ekonomi China
VISI.NEWS | CHINA - Investor veteran dan sosok terkemuka di dunia keuangan, Howard Marks, memberikan peringatan serius tentang kondisi ekonomi China, yang menurutnya menghadapi tantangan besar dalam mencapai pertumbuhan. Meskipun tetap optimis terhadap potensi jangka panjang negara tersebut, Marks menyatakan bahwa tingkat pertumbuhannya tetap jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata global. Pernyataan ini disampaikan di sela-sela Global Financial Leaders Investment Summit yang diadakan di Hong Kong, seperti yang dilaporkan oleh CNBC International pada Rabu (20/11/2024). Marks menekankan bahwa meskipun target pertumbuhan China yang ditetapkan terdengar lebih sederhana dibandingkan dengan sejarah mereka, namun tetap berada jauh di atas rata-rata dunia, yang menjadikannya tantangan besar. Sebagai informasi, China menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% untuk tahun 2024, namun sejumlah lembaga seperti Bank of America dan Citigroup memproyeksikan angka tersebut akan lebih rendah dari 5%. Sementara itu, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini hanya mencapai 4,8%, dan akan terus turun menjadi 4,3% pada tahun depan, meskipun langkah-langkah ekonomi seperti stimulus telah diterapkan. Bank Dunia mengidentifikasi sejumlah masalah yang menghambat pertumbuhan China, termasuk lemahnya belanja konsumen dan krisis di pasar properti. Selain itu, populasi yang menua juga menjadi perhatian utama. Marks menambahkan bahwa terus menerus mengandalkan stimulus bukanlah solusi jangka panjang, dan meskipun China berusaha menemukan kombinasi kebijakan yang tepat, tantangan besar tetap ada. Pada bulan lalu, China mengumumkan rencana lima tahun senilai 10 triliun yuan untuk menangani masalah utang pemerintah daerah dan memberikan dukungan ekonomi lebih lanjut pada tahun depan, terutama setelah kekhawatiran terkait kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS yang dapat meningkatkan tarif ekspor China. Di sisi lain, Bank Rakyat China (PBoC) juga memangkas rasio persyaratan cadangan untuk meningkatkan likuiditas di pasar, sementara Presiden Xi Jinping menekankan pentingnya dukungan fiskal dan moneter, khususnya untuk mengatasi penurunan di pasar properti. Namun, Marks memperingatkan bahwa terlalu banyak stimulus di sektor tertentu, seperti properti, dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan memaksa China melalui periode penyesuaian yang sulit. Howard Marks, yang dikenal sebagai "investor yang tenang" dan pendiri Oaktree Capital Management, memiliki kekayaan bersih sebesar US$2,2 miliar pada Agustus 2024, menurut data Forbes. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.